Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Nusa Tenggara Barat (NTB) mengeluarkan peringatan dini potensi gelombang tinggi hingga 4 meter yang mengancam sejumlah perairan di wilayah tersebut pada Senin, 27 April 2026. Kondisi ini menuntut kewaspadaan tinggi dari para nelayan dan masyarakat pesisir.
Prakirawan BMKG NTB, Annisa Fauziah, menegaskan bahwa potensi gelombang tinggi masih signifikan. “Potensi gelombang di sejumlah perairan di NTB masih tinggi. Diharapkan tetap waspada,” ungkap Annisa.
Dia menjelaskan, gelombang tinggi dengan ketinggian 2,5 meter hingga 4 meter diperkirakan terjadi di Samudera Hindia, Selat Alas bagian selatan, Perairan Selatan Sumbawa, dan Selat Lombok bagian selatan. Sementara itu, gelombang setinggi 1 meter hingga 2,5 meter berpeluang menghampiri Selat Sape bagian selatan, Selat Lombok bagian utara, dan Selat Alas bagian utara.
Untuk perairan utara Sumbawa dan Selat Sape bagian utara, potensi gelombang berkisar antara 0,25 meter hingga 1,25 meter. Annisa juga mengingatkan warga yang bermukim di pesisir pantai wilayah NTB. “Warga yang ada di pesisir pantai wilayah NTB agar tetap hati-hati terhadap dampak gelombang,” harapnya.
Lebih lanjut, Annisa meminta para nelayan dan nahkoda untuk mewaspadai peluang munculnya gelombang tinggi serta angin kencang. Menurutnya, kondisi cuaca ekstrem tersebut berisiko tinggi terhadap keselamatan perahu nelayan. “Tetap jaga keselamatan berlayar,” imbaunya.
