Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat di seluruh Indonesia untuk meningkatkan kesiapsiagaan. BMKG memprediksi potensi hujan dengan intensitas bervariasi akan mengguyur mayoritas wilayah Tanah Air pada Kamis, 26 Maret 2026.

Prakirawan BMKG, Miftah A., menjelaskan bahwa pertumbuhan awan Cumulonimbus (CB) akan mendominasi sebagian besar wilayah Indonesia dalam sepekan ke depan, yakni mulai 26 Maret hingga 1 April 2026. Fenomena ini berpotensi menyebabkan cuaca ekstrem.

“Sementara itu, hujan ringan berpotensi turun di Pekanbaru, Jambi, Bengkulu, Bandar Lampung, sebagian besar Jawa, dan Palangka Raya,” ujar Miftah A. dalam siaran prakiraan cuaca di Jakarta, Kamis (26/3/2026).

Miftah menambahkan, hujan dengan intensitas sedang diprakirakan terjadi di Bandung, Tanjung Selor, dan Nabire. Sementara itu, wilayah Denpasar, Kupang, Palu, Mamuju, Kendari, Makassar, Ambon, dan sebagian besar pulau Papua juga berpotensi diguyur hujan ringan.

Untuk kondisi cuaca berawan tebal, diperkirakan akan menyelimuti Banda Aceh, Medan, Tanjung Pinang, Padang, Pangkalpinang, Palembang, Pontianak, Samarinda, dan Banjarmasin. Di bagian timur Indonesia, cuaca berawan dan berawan tebal juga diprakirakan terjadi di Manado, Gorontalo, dan Mataram.

“Untuk potensi cuaca berawan dan berawan tebal diprakirakan terjadi di Manado, Gorontalo, dan Mataram. Terdapat juga potensi udara kabur di wilayah Ternate,” kata Miftah.

Miftah menjelaskan, potensi cuaca signifikan di berbagai wilayah Indonesia ini disebabkan oleh kombinasi dinamika atmosfer. Salah satu faktor utamanya adalah sirkulasi siklonik yang terpantau di Samudra Hindia Barat, Aceh. Sistem ini membentuk daerah konvergensi dan konfluensi yang memanjang di Laut Andaman dan perairan barat Aceh.

BMKG mengingatkan masyarakat untuk selalu memperbarui informasi cuaca melalui aplikasi Info BMKG, situs resmi BMKG, maupun media sosial di @infobmkg guna meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan cuaca yang ekstrem.