Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini mengenai potensi hujan ringan hingga sangat lebat yang dapat disertai kilat dan angin kencang di berbagai kota besar di Indonesia pada Rabu, 4 Maret 2026. Prakirawan BMKG, Yuyun W, menjelaskan bahwa kondisi ini dipicu oleh daerah konvergensi yang memanjang di perairan selatan Banten hingga Jawa Tengah, serta perairan barat daya Lampung hingga selatan Jawa.

Kondisi konvergensi tersebut berpotensi meningkatkan pertumbuhan awan hujan di sepanjang daerah yang dilewati. Oleh karena itu, BMKG memprakirakan sejumlah kota besar akan mengalami hujan sedang hingga sangat lebat disertai petir dan angin kencang. Kota-kota tersebut meliputi Jambi, Padang, Pangkal Pinang, Bandar Lampung, Serang, Surabaya, Yogyakarta, Palangkaraya, Banjarmasin, dan Merauke.

Sementara itu, hujan ringan hingga sedang diprediksi akan terjadi di Medan, Tanjung Pinang, Bengkulu, Palembang, Jakarta, Bandung, Semarang, Tanjung Selor, Samarinda, Denpasar, Makassar, Mamuju, Mataram, Kupang, Kendari, Gorontalo, Manado, Ternate, Ambon, Nabire, Jayapura, dan Jayawijaya. Beberapa kota lainnya seperti Banda Aceh, Pekanbaru, Pontianak, Palu, dan Sorong diperkirakan hanya akan mengalami kondisi berawan.

BMKG Pantau Tiga Bibit Siklon Tropis, Berpotensi Picu Cuaca Ekstrem

Sebelumnya, pada Selasa (3/3), BMKG juga mengidentifikasi kemunculan tiga bibit siklon tropis di sekitar wilayah Indonesia. Bibit-bibit siklon ini berpotensi memicu cuaca ekstrem berupa peningkatan curah hujan, angin kencang, dan gelombang tinggi di sejumlah provinsi dalam beberapa hari ke depan.

Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menjelaskan bahwa pemantauan hingga Selasa pukul 07.00 WIB menunjukkan tiga sistem siklon aktif. Ketiganya adalah Bibit Siklon Tropis 90S di Samudra Hindia selatan Banten-Jawa Barat, Bibit Siklon Tropis 93S di barat laut daratan Australia, serta Bibit Siklon Tropis 92P di Teluk Carpentaria sebelah selatan Papua Selatan.

“Kami memantau pergerakan ketiga bibit siklon ini secara intensif selama 24 jam penuh. Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, namun meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi dampak tidak langsungnya, seperti genangan atau angin kencang. Pastikan hanya merujuk pada kanal resmi BMKG untuk menghindari informasi yang tidak benar,” kata Teuku Faisal Fathani.

Sebagai informasi tambahan, pada Selasa (3/3/2026), fase gerhana bulan total juga terlihat dengan latar Masjid 99 Kubah di Makassar, Sulawesi Selatan. BMKG Wilayah IV Makassar memastikan gerhana bulan total tersebut dapat dilihat secara kasat mata dari wilayah Kota Makassar dan sekitarnya, dengan fase awal dimulai pukul 16.42 WITA, puncak pada 19.33 WITA, dan berakhir pukul 22.24 WITA.

sumber gambar: gesit.id