Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah III Denpasar mengeluarkan peringatan dini terkait potensi gelombang laut tinggi di sekitar perairan selatan Bali. Gelombang diperkirakan mencapai 1,25 meter hingga 2,5 meter mulai Minggu, 1 Februari 2026, hingga Rabu, 4 Februari 2026.

Perairan yang berpotensi terdampak meliputi selatan Pulau Bali, Selat Bali bagian selatan, Selat Badung, dan Selat Lombok bagian selatan.

Potensi Hujan Lebat dan Angin Kencang

Selain ancaman gelombang tinggi, BBMKG Denpasar juga merilis level peringatan Siaga terhadap potensi hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat di wilayah Kabupaten Badung pada Minggu, 1 Februari 2026. Sementara itu, delapan kabupaten/kota lainnya di Bali berpotensi mengalami curah hujan sedang hingga lebat.

Potensi hujan sangat lebat ini diperkirakan masih akan berlanjut hingga Senin, 2 Februari 2026, di empat kabupaten, yaitu Bangli, Buleleng, Jembrana, dan Karangasem. Lima kabupaten lainnya seperti Badung, Gianyar, Klungkung, Tabanan, serta Kota Denpasar berpotensi hujan sedang hingga lebat.

BBMKG Denpasar juga mengeluarkan peringatan dini angin kencang di Kabupaten Badung pada Minggu, 1 Februari 2026, yang berpotensi meluas ke dua kabupaten lainnya, yakni Jembrana dan Buleleng, pada Senin, 2 Februari 2026.

Imbauan Waspada dari BPBD Bali

Menyikapi peringatan dini ini, Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Bali, Gede Teja, mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak cuaca ekstrem. Ia juga menyarankan agar masyarakat melakukan evakuasi mandiri apabila diperlukan.

“Terus pantau informasi peringatan dini iklim dan cuaca dari instansi berwenang,” ujar Gede Teja.