Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi hujan dengan intensitas sangat lebat yang diperkirakan melanda wilayah Tangerang Raya pada tanggal 20 hingga 21 Februari 2026. Kondisi cuaca ekstrem ini juga berpotensi memengaruhi sebagian besar wilayah Jabodetabek, mendorong otoritas dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan.
Menurut analisis BMKG yang dirilis pada Jumat, 21 Februari 2026, potensi hujan sangat lebat di Tangerang meliputi Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang, dan Tangerang Selatan. Fenomena ini dipicu oleh adanya pola konvergensi angin dan kelembaban udara yang tinggi di sekitar wilayah Jawa bagian barat, menciptakan kondisi atmosfer yang sangat mendukung pembentukan awan hujan intensif.
Selain Tangerang, beberapa wilayah lain di Jabodetabek seperti Jakarta Barat, Jakarta Selatan, Depok, dan Bogor juga diperkirakan akan mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat. BMKG mengimbau masyarakat di area-area tersebut untuk tetap waspada terhadap dampak yang mungkin timbul, termasuk banjir, genangan air, dan tanah longsor, terutama di daerah yang memiliki topografi rentan.
Kepala Pusat Meteorologi Publik BMKG, Dr. Fachri Radjab, dalam keterangannya, menekankan pentingnya kesiapsiagaan. “Kami mengimbau masyarakat untuk terus memantau informasi cuaca terbaru dari sumber resmi BMKG. Persiapan dini sangat krusial untuk meminimalkan risiko dan dampak yang tidak diinginkan,” ujarnya.
Pemerintah daerah melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di masing-masing wilayah Jabodetabek telah diinstruksikan untuk meningkatkan koordinasi dan kesiapsiagaan. Langkah-langkah antisipatif seperti pembersihan saluran air, penyiapan posko pengungsian, dan penyediaan peralatan evakuasi telah disiapkan untuk menghadapi kemungkinan terburuk.
Masyarakat diimbau untuk menghindari aktivitas di luar ruangan jika tidak mendesak, terutama saat hujan lebat disertai petir dan angin kencang. Pengguna jalan juga diminta untuk berhati-hati mengingat potensi jalan licin dan jarak pandang yang terbatas akibat hujan deras.
