Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi gelombang tinggi hingga empat meter, banjir rob, dan cuaca ekstrem di sejumlah wilayah Jawa Tengah. Fenomena ini diperkirakan berlangsung pada Sabtu, 28 Februari 2026, dengan masyarakat di kawasan pegunungan dan pesisir diminta untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap bencana hidrometeorologi.
Prakirawan BMKG Stasiun Maritim Tanjung Emas Semarang, Sediyanto, menjelaskan bahwa gelombang tinggi di perairan selatan Jawa Tengah dapat mencapai 2,5 hingga 4 meter. Sementara itu, di perairan utara Jawa Tengah, ketinggian gelombang berkisar antara 1,25 hingga 2,5 meter.
“Awas, gelombang tinggi disertai hujan badai sangat berisiko terhadap aktivitas pelayaran seperti kapal nelayan, tongkang maupun angkutan barang dan orang,” tegas Sediyanto pada Sabtu (28/2).
Selain gelombang tinggi, air laut pasang atau rob juga diprediksi terjadi di perairan utara Jawa Tengah dengan ketinggian maksimum satu meter antara pukul 16.00 hingga 20.00 WIB. Fenomena rob ini berpotensi menyebabkan banjir di sejumlah daerah di jalur Pantura.
Sediyanto menambahkan, banjir rob tersebut dapat mengganggu berbagai aktivitas warga, termasuk transportasi, bongkar muat barang di pelabuhan, serta budidaya perikanan darat dan petani garam.
Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang, Farita Rachmawati, mengungkapkan bahwa dinamika cuaca di Jawa Tengah mengalami perubahan signifikan pada Sabtu (28/2). Perbedaan cuaca antara pagi yang cerah berawan dan siang hingga awal malam yang berpotensi hujan, menuntut warga untuk selalu waspada.
Farita menjelaskan, setelah pagi hari yang umumnya cerah dan berawan, cuaca di Jawa Tengah akan diguyur hujan ringan hingga sedang secara merata mulai siang hingga awal malam. Bahkan, cuaca ekstrem berupa hujan lebat disertai angin kencang dan sambaran petir berpotensi terjadi di 28 daerah.
Masyarakat di 28 daerah tersebut, meliputi kawasan pegunungan, dataran tinggi, Solo Raya, Jawa Tengah bagian selatan, dan Pantura, diimbau untuk mewaspadai bencana hidrometeorologi seperti tanah longsor, banjir, dan angin puting beliung. Daerah-daerah yang berpotensi mengalami cuaca ekstrem antara lain:
- Cilacap
- Banyumas
- Purbalingga
- Banjarnegara
- Kebumen
- Purworejo
- Wonosobo
- Mungkid
- Boyolali
- Klaten
- Sukoharjo
- Wonogiri
- Karanganyar
- Sragen
- Ungaran
- Temanggung
- Kendal
- Batang
- Kajen
- Pemalang
- Slawi
- Brebes
- Magelang
- Surakarta
- Salatiga
- Bumiayu
- Majenang
- Ambarawa
“Sedangkan daerah lainnya berpeluang diguyur hujan ringan-sedang, angin bertiup dari arah barat ke utara dengan kecepatan 10-30 kilometer per jam, suhu udara berkisar 18-32 derajat celcius dan kelembaban udara 60-95 persen,” pungkas Farita Rachmawati.
