Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika () memprakirakan wilayah Jakarta akan diguyur hujan pada hari pertama Ramadan 1447 Hijriah, Jumat, 20 Februari 2026. Hujan diperkirakan akan melanda sebagian besar wilayah Ibu Kota sejak siang hingga malam hari, berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat yang menjalankan ibadah puasa.

Peringatan Dini Cuaca Signifikan di Berbagai Daerah

Selain Jakarta, BMKG juga mengeluarkan peringatan dini cuaca signifikan untuk sembilan wilayah di Indonesia pada tanggal yang sama. Potensi hujan lebat disertai kilat/petir dan angin kencang diidentifikasi akan terjadi di beberapa provinsi, termasuk Banten yang diprediksi mengalami hujan dengan intensitas tinggi.

Peringatan ini tidak hanya berlaku untuk satu hari. BMKG mengimbau masyarakat untuk mewaspadai potensi hujan lebat dan angin kencang yang diperkirakan akan berlangsung hingga Minggu, 23 Februari 2026. Kondisi ini berpotensi menimbulkan dampak hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang, terutama di daerah-daerah rawan.

Dinamika Atmosfer Pemicu Cuaca Ekstrem

Menurut analisis BMKG, fenomena cuaca ekstrem ini dipengaruhi oleh dinamika atmosfer yang kompleks. Adanya sirkulasi siklonik di sekitar wilayah Indonesia serta daerah konvergensi yang memanjang di beberapa lokasi turut memicu peningkatan pertumbuhan awan hujan. Kondisi kelembapan udara yang tinggi juga mendukung pembentukan awan Cumulonimbus yang dapat menyebabkan hujan intensitas sedang hingga lebat.

Untuk wilayah Jakarta, suhu udara diperkirakan akan berkisar antara 24 hingga 32 derajat Celsius dengan kelembapan udara mencapai 70-95 persen. Masyarakat diimbau untuk selalu memantau informasi cuaca terbaru yang dikeluarkan oleh BMKG melalui kanal-kanal resmi guna mengantisipasi perubahan cuaca yang mendadak dan mengambil langkah pencegahan yang diperlukan.

Wilayah Lain yang Berpotensi Hujan Lebat

Beberapa wilayah lain yang juga berpotensi mengalami hujan lebat selain Jakarta dan Banten antara lain sebagian besar wilayah Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, serta beberapa daerah di Sumatera. Kewaspadaan tinggi diperlukan bagi warga yang tinggal di dataran rendah maupun perbukitan.