Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan Sulawesi Tengah (KPwBI Sulteng) mengalokasikan dana sebesar Rp2,86 triliun untuk melayani kebutuhan penukaran uang rupiah selama periode Ramadhan hingga Idul Fitri 1447 Hijriah atau Lebaran 2026. Angka ini menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.

Kepala KPwBI Sulawesi Tengah, Irfan Sukarna, menjelaskan bahwa layanan ini merupakan agenda tahunan untuk memastikan ketersediaan uang kartal bagi masyarakat. “Layanan ini setiap tahun dilakukan pada bulan Ramadhan, untuk memenuhi kebutuhan uang kartal masyarakat,” kata Irfan saat peluncuran Program Semarak Rupiah Ramadhan dan Berkah Idul Fitri (Serambi) di Palu, Rabu (18/2/2026).

Irfan menambahkan, program Serambi bertujuan untuk menjamin ketersediaan uang rupiah yang cukup, sesuai pecahan, tepat waktu, dan berkualitas layak edar, seiring dengan peningkatan kebutuhan masyarakat selama bulan suci Ramadhan dan perayaan Idul Fitri.

Nominal uang kartal yang disiapkan untuk Ramadhan 1447 H ini meningkat 39 persen dibandingkan Ramadhan 1446 H yang sebesar Rp2,24 triliun. Peningkatan ini didasarkan pada berbagai aspek sosial ekonomi yang diperkirakan akan terjadi.

“Termasuk untuk kepentingan penyaluran bantuan sosial dan meningkatnya aktivitas ekonomi selama Ramadhan dan Idul Fitri, siring potensi penambahan masa libur oleh pemerintah,” ujarnya, merujuk pada pembayaran tunjangan hari raya (THR) bagi ASN, TNI/Polri, sektor swasta, serta tradisi berbagi atau hagala di kalangan warga Sulteng.

Strategi Peningkatan Layanan Penukaran Uang

  • Peningkatan layanan kas keliling sebanyak 11 kali di Kota Palu, Kabupaten Parigi Moutong, serta layanan peduli mudik di Pelabuhan Kabupaten Donggala.
  • Penguatan sinergi dengan perbankan melalui pembukaan layanan penukaran uang rupiah di 26 titik. Titik-titik ini tersebar di Kota Palu, Poso, Bungku (Kabupaten Morowali), Luwuk (Kabupaten Banggai), hingga Pasangkayu yang berbatasan dengan Sulawesi Barat.

“Kami melibatkan sekitar 22 bank dengan total 52 frekuensi layanan, meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya. Kami juga mengoptimalkan penggunaan aplikasi PINTAR (https://pitar.bi.go.id) untuk memastikan Penukaran uang Rupiah berjalan tertib, merata dan transparan,” jelas Irfan.

Irfan Sukarna mengajak seluruh masyarakat Sulawesi Tengah untuk memanfaatkan layanan penukaran uang ini. Layanan tersebut telah dibuka sejak 18 Februari dan akan berlangsung hingga 13 Maret 2026.