Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bengkulu menargetkan sebanyak 7.000 orang warga menjalani skrining atau pemeriksaan kesehatan HIV sepanjang tahun 2026. Langkah ini diambil guna mengantisipasi penyebaran virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia.

Pelaksana tugas Kepala Dinkes Kota Bengkulu, Neli Hartati, menjelaskan bahwa upaya skrining HIV merupakan salah satu langkah pencegahan yang dilakukan pemerintah. “Sejak awal 2026, jumlah kasus HIV di Kota Bengkulu, telah tercatat mencapai 13 orang,” kata Neli di Bengkulu, Selasa (10/3/2026).

Neli menambahkan, pada tahun 2026 ini, Dinkes menargetkan sekitar 7.000 orang menjalani pemeriksaan. Prioritas utama diberikan kepada kelompok populasi kunci yang memiliki risiko penularan lebih tinggi.

Metode skrining dilakukan dengan sistem jemput bola oleh tim kesehatan yang didampingi Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bengkulu. Tim tersebut turun langsung ke sejumlah lokasi, termasuk kawasan Mega Mall Pasar Minggu, rumah kos, hingga tempat hiburan malam yang ada di Kota Bengkulu.

“Sejauh ini, dari hasil skrining memang ada beberapa yang terdeteksi reaktif tetapi Dinkes langsung memberikan dan penanganan sedini mungkin,” imbuh Neli.

Dalam pelaksanaannya, tim kesehatan kerap menghadapi kendala, salah satunya adalah kebocoran informasi terkait jadwal pemeriksaan atau razia. Akibatnya, sebagian sasaran sudah tidak berada di lokasi saat petugas datang karena informasi kegiatan telah lebih dulu tersebar.

Meski demikian, Dinkes Kota Bengkulu tetap berkomitmen untuk melaksanakan program tersebut secara berkelanjutan guna menekan laju penularan HIV di wilayahnya. Selain itu, Dinkes juga akan memperkuat edukasi kesehatan reproduksi, skrining HIV secara berkala, serta pendampingan sosial bagi kelompok rentan.