Kuala Lumpur, Selasa (7/4/2026) – Kementerian Luar Negeri Malaysia (Wisma Putra) mengonfirmasi bahwa satu dari tujuh kapal komersial milik negara itu telah berhasil mendapatkan izin untuk melintasi Selat Hormuz. Kapal tersebut kini dilaporkan aman dan sedang menuju tujuan akhirnya, menyusul serangkaian upaya diplomatik tingkat tinggi.
Dalam pernyataan resminya di Kuala Lumpur, Wisma Putra mengungkapkan kegembiraannya atas perkembangan positif ini. “Kementerian Luar Negeri dengan senang hati mengonfirmasi bahwa salah satu dari tujuh kapal komersial milik Malaysia yang sebelumnya terdampar di Selat Hormuz akibat situasi regional yang berkembang telah diberikan izin melintas dengan aman dan saat ini sedang menuju tujuan akhirnya,” demikian bunyi pernyataan tersebut pada Selasa (7/4/2026).
Keberhasilan ini disebut sebagai hasil dari keterlibatan diplomatik tingkat tinggi antara para pemimpin Malaysia dan Iran. Upaya tersebut mencakup percakapan telepon yang konstruktif pada 26 Maret 2026 antara Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim dan Presiden Republik Islam Iran Masoud Pezeshkian.
Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Malaysia Mohamad Hasan juga telah melakukan dialog dengan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi pada 24 Maret 2026, yang menjadi bagian dari rangkaian komunikasi penting ini.
Wisma Putra menegaskan kembali komitmen kuat Malaysia terhadap prinsip kebebasan navigasi, keselamatan, dan keamanan pelayaran maritim, sesuai dengan hukum internasional. Malaysia juga menekankan pentingnya dialog berkelanjutan dan keterlibatan diplomatik dalam menangani tantangan regional serta menjaga perdamaian dan stabilitas di kawasan tersebut.
