Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Utara bergerak cepat menangani jebolnya Bendungan Empas di Dusun Todo, Desa Bentek, Kecamatan Gangga. Wakil Bupati Lombok Utara, Kusmalahadi Syamsuri, langsung meninjau lokasi perbaikan infrastruktur yang vital bagi irigasi pertanian masyarakat tersebut pada Kamis (02/04/2026).
Peninjauan tersebut berfokus pada pemasangan kawat bronjong sebagai langkah darurat untuk memperkuat struktur bendungan yang sebelumnya rusak akibat cuaca ekstrem. Bendungan Empas memiliki peran krusial dalam menyokong kebutuhan irigasi pertanian di wilayah setempat.
Dalam kunjungan tersebut, Pemkab Lombok Utara menyalurkan bantuan awal berupa 30 unit kawat bronjong. Kusmalahadi Syamsuri menegaskan bahwa respons cepat ini dilakukan demi menjaga keberlangsungan aktivitas pertanian.
Penanganan Darurat dan Rencana Jangka Panjang
“Karena kebutuhan masyarakat tidak bisa ditunda, hari ini kita bergerak cepat. Bantuan kawat bronjong langsung kita kirim dan pemasangannya akan dibimbing oleh tim teknis,” ujar Kusmalahadi.
Ia menambahkan, langkah darurat ini bertujuan agar aliran air tetap terkendali dan aktivitas pertanian masyarakat tidak terganggu, sembari menunggu pelaksanaan perbaikan permanen yang direncanakan mulai tahun ini.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lombok Utara, M. Zaldy Rahadian, menjelaskan bahwa kerusakan Bendungan Empas merupakan dampak dari bencana yang terjadi pada tahun 2025. Pemerintah daerah telah mengalokasikan anggaran untuk perbaikan lanjutan yang ditargetkan mulai dikerjakan pada Mei 2026.
“Ini penanganan sementara. Kawat bronjong efektif untuk kondisi darurat, tetapi tetap membutuhkan perbaikan permanen. Yang terpenting saat ini adalah mengurangi risiko kerusakan lebih lanjut,” jelas Zaldy.
Selain upaya teknis perbaikan, BPBD juga mengingatkan masyarakat untuk mematuhi aturan terkait aktivitas penambangan di sekitar bendungan. Penggalian tidak diperbolehkan dalam radius satu kilometer ke arah hulu dan 500 meter ke arah hilir guna menjaga stabilitas bangunan air.
“Dengan pemasangan bronjong ini kami harap mampu menjadi solusi sementara untuk menjaga fungsi bendungan tetap berjalan, sembari menunggu realisasi perbaikan permanen yang direncanakan akan dilakukan secara lebih menyeluruh,” tutup Zaldy.
