Pasangan selebritas Bebi Romeo dan Meisya Siregar akhirnya dapat bernapas lega setelah berhasil kembali menginjakkan kaki di Tanah Air pada Rabu, 4 Maret 2026. Kepulangan mereka dari ibadah umrah sempat diliputi kecemasan menyusul eskalasi konflik yang memanas di wilayah Timur Tengah.

Perjalanan udara keduanya terhambat oleh pecahnya perang antara aliansi Amerika Serikat-Israel melawan Iran. Konflik tersebut menyebabkan gangguan signifikan pada jadwal penerbangan internasional, memaksa Bebi dan Meisya menghadapi situasi tak terduga.

Di balik kekhusyukan ibadah, terselip cerita menegangkan saat ketegangan militer di kawasan tersebut mulai meningkat drastis. Bebi Romeo mengaku mereka terpaksa memperpanjang masa tinggal di hotel kawasan Makkah lebih lama dari jadwal yang direncanakan semula.

“Meskipun sedikit kena drama perang Iran vs Israel-AS, jadi harus extend hotel satu hari. Maunya empat hari sebenarnya, cuman karena berita-berita bikin parno jadi extend cuma sehari di Makkah,” tulis Bebi Romeo dalam akun Instagram pribadinya @bebi_romeo, dikutip pada Rabu (4/3/2026).

Tidak hanya urusan penginapan, Bebi juga mengambil langkah berani dengan mengubah rencana penerbangan pulangnya secara mendadak demi alasan keamanan. Ia memutuskan untuk membatalkan tiket maskapai Emirates yang telah dikantongi sebelumnya guna menghindari risiko di Dubai sebagai bandara transit yang berpotensi terdampak konflik.

Demi menjamin kenyamanan dan keamanan sang istri, Bebi segera membeli tiket baru menggunakan maskapai nasional, Garuda Indonesia, untuk terbang langsung ke Jakarta. Langkah cepat ini diambil agar mereka bisa segera keluar dari zona terdampak konflik secepat mungkin.

“Terus cancel penerbangan pulang Emirates dan beli tiket baru. Alhamdulillah pulang dengan selamat atas izin Allah tiba di Jakarta bersama Garuda,” pungkas Bebi penuh rasa syukur melalui unggahan media sosialnya.

Dampak Konflik dan Imbauan Pemerintah

Kondisi geopolitik di kawasan Timur Tengah memang dilaporkan kian genting dengan jatuhnya ratusan korban jiwa akibat aksi saling serang antarnegara. Situasi ini berdampak langsung pada operasional penerbangan komersial di banyak negara Timur Tengah yang mengalami pembatalan demi keselamatan penumpang.

Menanggapi situasi ini, Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, meminta para jemaah Indonesia untuk terus berkomunikasi dengan otoritas Republik Indonesia di Tanah Suci. Pemerintah memastikan kesiapan dalam memberikan perlindungan serta fasilitas bagi warga negara yang masih berada di kawasan konflik tersebut.

sumber gambar: gesit.id