Banjir melanda Desa Batu Mandi, Kecamatan Balantak Utara, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, pada Minggu (29/3/2026). Peristiwa ini menyebabkan 22 rumah warga terdampak, dengan dua di antaranya mengalami kerusakan sedang. Dua bangunan gereja dan satu kantor desa juga turut terendam.
Penyebab dan Dampak Banjir
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Pelaksana BPBD Sulawesi Tengah, Asbudianto, menjelaskan bahwa banjir dipicu oleh hujan berintensitas tinggi yang mengguyur wilayah pegunungan di kecamatan tersebut. “Curah hujan tinggi di wilayah hulu menyebabkan sungai meluap dan air masuk ke permukiman warga dengan ketinggian mencapai lutut orang dewasa,” ujar Asbudianto di Palu, Minggu.
Selain kerusakan rumah, BPBD juga mencatat tiga Kepala Keluarga (KK) telah mengungsi secara mandiri ke lokasi yang lebih aman. Data mengenai korban jiwa masih dalam proses pendataan oleh tim di lapangan.
Respons Cepat dan Kebutuhan Mendesak
Menanggapi kejadian ini, BPBD Sulteng segera berkoordinasi dengan Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Poso. Tim tersebut langsung bergerak menuju lokasi setelah menerima informasi, berkoordinasi dengan aparat desa, dan melakukan asesmen awal. “Tim sudah turun ke lokasi untuk melakukan pendataan dan koordinasi penanganan darurat bersama pemerintah desa,” tambah Asbudianto.
Kebutuhan mendesak yang diidentifikasi saat ini meliputi bantuan logistik penanggulangan bencana, material bangunan seperti papan dan balok kayu, serta pembangunan bronjong sepanjang sekitar 300 meter untuk mengantisipasi banjir susulan. BPBD memastikan kondisi di lokasi kejadian telah berangsur kondusif, namun masyarakat tetap diimbau untuk waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang mungkin terjadi.
