Banjir yang melanda sembilan desa di empat kecamatan Kabupaten Demak mulai menunjukkan tanda-tanda surut pada Senin (6/4). Meskipun demikian, bencana ini meninggalkan dampak serius, dengan 12 rumah warga dilaporkan hanyut dan puluhan lainnya mengalami kerusakan berat maupun ringan.

Ratusan keluarga korban banjir terpantau mulai kembali ke rumah masing-masing secara berangsur-angsur. Mereka segera memulai upaya pembersihan sampah dan tumpukan lumpur yang mengendap pasca-banjir, yang dipicu oleh jebolnya tanggul Sungai Tuntang.

Ketinggian air, yang sebelumnya mencapai 1,5 meter sejak Jumat (3/4), kini menyisakan sekitar 0,5 meter di beberapa desa. Pemandangan di permukiman warga menunjukkan kerusakan parah; sebagian rumah hancur total, sementara beberapa lainnya hanya menyisakan pondasi.

Dampak Kerusakan dan Upaya Penanganan

Bupati Demak Eisti’anah, saat meninjau lokasi banjir pada Senin (6/4), mengungkapkan, “Berdasarkan pendataan sementara ada 12 rumah warga yang hanyut terbawa banjir dan puluhan rumah mengalami rusak berat dan ringan.”

Eisti’anah menambahkan, berbagai upaya penanganan telah dan sedang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Demak, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, serta Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana. “Bantuan kepada korban banjir tidak hanya berupa logistik saat berada di lokasi pengungsian, tetapi sekarang ini sedang dilakukan upaya pemberian bantuan berupa perbaikan lingkungan serta terhadap warga yang kehilangan harta benda terutama rumah yang hanyut terbawa banjir. Kemarin bantuan dari Gubernur juga telah diberikan,” jelasnya.

Kepala BPBD Demak, Agus Sukiyono, menjelaskan bahwa jebolnya tanggul Sungai Tuntang menjadi penyebab utama banjir. Terdapat tiga lokasi tanggul jebol di Desa Trimulyo dengan panjang 10–30 meter, dan tiga lokasi lainnya di Desa Sidoharjo sepanjang sekitar 15 meteran. Akibatnya, sebanyak 2.116 rumah dan 7.606 jiwa terdampak, dengan 2.839 jiwa dari sembilan desa di empat kecamatan terpaksa mengungsi. “Setelah berangsur-angsur banjir surut, warga mulai kembali ke rumah masing-masing,” ujar Agus.

Selain rumah warga, banjir juga merendam 29 tempat ibadah, 18 sekolah, dan 671 hektare lahan persawahan. Tim gabungan terus diterjunkan untuk menambal tanggul yang jebol dan membantu proses pembersihan di lokasi-lokasi terdampak.