Pergerakan penumpang di Bandara Internasional Juanda, Sidoarjo, Jawa Timur, menunjukkan peningkatan signifikan menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Dalam empat hari pertama operasional Posko Nataru, bandara tersibuk di Jawa Timur ini telah melayani sebanyak 158 ribu penumpang.

Kenaikan volume penumpang mulai terasa sejak 15 Desember 2025. Mayoritas pergerakan didominasi oleh rute-rute penerbangan domestik favorit seperti Jakarta, Denpasar, dan Makassar.

Berdasarkan data statistik bandara, pada periode 15 hingga 18 Desember 2025, selain jumlah penumpang yang menembus 158 ribu orang, otoritas bandara juga mencatat sebanyak 1.106 pergerakan pesawat.

General Manager Bandara Internasional Juanda, Muhammad Tohir, menjelaskan bahwa tren peningkatan ini diperkirakan akan terus menanjak hingga mendekati hari raya Natal. “Jumlah penumpang terus mengalami kenaikan. Pada 15 Desember tercatat 39.362 penumpang, dan angka tersebut naik menjadi 41.976 penumpang pada Kamis kemarin. Kami meyakini tren ini akan terus meningkat hingga akhir pekan,” ujar Tohir pada Jumat sore (19/12).

Manajemen Bandara Juanda memproyeksikan puncak arus mudik gelombang pertama akan terjadi pada Minggu, 21 Desember 2025. Pada hari tersebut, prediksi jumlah penumpang mencapai 51.910 orang dengan 322 pergerakan pesawat.

Sementara itu, puncak arus balik diperkirakan akan terjadi pada Sabtu, 3 Januari 2026. Diproyeksikan sebanyak 44.134 penumpang akan melalui bandara dengan 282 pergerakan pesawat.

Secara keseluruhan, total pergerakan penumpang pada periode Nataru tahun ini diprediksi akan melampaui capaian tahun lalu. Sebagai perbandingan, pada periode Posko Nataru 2024, Bandara Juanda melayani total 906 ribu penumpang dengan rata-rata 41 ribu orang per hari.

“Tahun ini, kami memproyeksikan total penumpang akan mencapai 943 ribu orang. Jika angka ini tercapai, artinya ada pertumbuhan sebesar 4,12 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu,” tambah Tohir.

Untuk menjaga kelancaran dan keamanan operasional, Angkasa Pura I telah menyiagakan personel tambahan dan mengoptimalkan fasilitas terminal. Langkah ini diambil guna mengantisipasi potensi kepadatan di area check-in maupun ruang tunggu penumpang.