Pemerintah Kota (Pemkot) Palu, Sulawesi Tengah, menggalakkan program Palu Mandiri, Adaptif, dan Stabilitas Pangan (Palu Mapan) dengan melibatkan masyarakat. Program unggulan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) ini bertujuan memanfaatkan lahan tidur untuk pertanian produktif guna memperkuat ketahanan pangan daerah.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Palu, Irmayanti Petalolo, menjelaskan bahwa Palu Mapan dirancang untuk menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok di tengah masyarakat. “Mapan adalah program unggulan TPID (Tim Pengendalian Inflasi Daerah) 2026, memanfaatkan lahan tidur/lahan kosong untuk bertani dengan melibatkan masyarakat pemilik lahan di masing-masing wilayah,” kata Irmayanti dalam rapat koordinasi pelaksanaan program unggulan TPID Kota Palu di Palu, Selasa (12/5/2026).
Langkah ini menjadi strategi Pemkot Palu dalam mengendalikan inflasi daerah. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), angka inflasi tahunan (year-on-year) Kota Palu mencapai 5,22 persen pada Februari 2026, meningkat dari 4,35 persen pada Januari 2026.
Irmayanti menambahkan, pemanfaatan lahan kosong ini akan dilakukan melalui perjanjian kerja sama. “Paling tidak perjanjian kerja sama dengan pemilik lahan dialihkan dalam kurun waktu satu tahun. Lahan yang di kerja samakan ditanami tanaman produktif atau hortikultura,” ujarnya.
Program ini juga diupayakan untuk meningkatkan pendapatan daerah dan masyarakat, mengingat komoditas pangan merupakan salah satu penyumbang inflasi. Rapat koordinasi bersama berbagai pihak dilakukan untuk memperkuat implementasi program dan menyamakan persepsi.
Palu Mapan diarahkan untuk meningkatkan produksi pangan lokal melalui gerakan tanam komoditas strategis seperti cabai, bawang merah, dan berbagai tanaman hortikultura lainnya. “Manfaatnya bukan hanya mengendalikan inflasi, tetapi juga mendorong optimalisasi pemanfaatan lahan pekarangan melalui konsep urban farming dan pengembangan hidroponik di seluruh kelurahan di Kota Palu,” jelas Irmayanti.
Pemkot Palu berharap, melalui keterlibatan masyarakat dan kolaborasi lintas sektor, Palu Mapan dapat menjadi langkah konkret dalam memperkuat ketahanan pangan, menekan laju inflasi, dan membuka peluang peningkatan ekonomi masyarakat di tingkat kelurahan. “Melalui Palu Mapan kami ingin masyarakat gemar menanam tanaman produktif, baik itu untuk konsumsi rumah tangga maupun menjadi penyangga ekonomi keluarga,” pungkasnya.
Selain itu, TPID juga menerapkan pendekatan 4K, yaitu menjaga keterjangkauan harga, memastikan ketersediaan pasokan, memperlancar distribusi, serta memperkuat komunikasi efektif kepada masyarakat.
