Api melahap asrama putra Pondok Pesantren Safinatunnaja NW Repok Oat, Desa Pengadang, Kecamatan Praya Tengah, Kabupaten Lombok Tengah, pada Senin (23/3/2026) siang. Insiden ini menyebabkan 150 santri terdampak dan kerugian material ditaksir mencapai Rp150 juta.
Kronologi dan Dampak Kebakaran
Kebakaran yang diduga dipicu oleh korsleting listrik pada instalasi bangunan ini bermula sekitar pukul 12.00 Wita. Salah seorang santri pertama kali melihat kobaran api muncul dari dalam salah satu kamar asrama.
Melihat situasi darurat tersebut, santri segera membangunkan penghuni lainnya dan melaporkan kejadian kepada pengurus pondok. Upaya pemadaman awal secara manual dengan peralatan seadanya sempat dilakukan, namun api dengan cepat membesar dan melahap sebagian besar bangunan asrama.
Tim Pemadam Kebakaran Kabupaten Lombok Tengah tiba di lokasi sekitar pukul 12.30 Wita. Petugas berhasil mengendalikan dan memadamkan api secara total pada pukul 12.45 Wita.
Meskipun tidak ada korban jiwa, dampak kebakaran cukup signifikan. Sebanyak 16 kamar asrama dilaporkan hangus terbakar dengan kerusakan berat, sementara 16 kamar lainnya mengalami kerusakan ringan. Berbagai perlengkapan santri seperti kasur, pakaian, kitab, dan barang pribadi juga musnah dilalap api.
Respons Cepat Pemerintah Provinsi NTB
Menanggapi musibah ini, Pemerintah Provinsi NTB segera mengambil langkah darurat. Gubernur NTB H. Lalu Muhamad Iqbal, melalui Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik NTB sekaligus Juru Bicara Pemerintah Provinsi NTB, Ahsanul Khalik, menegaskan komitmen pemerintah.
Ahsanul Khalik menyatakan, “Arahan Bapak Gubernur jelas, kebutuhan dasar para santri harus segera terpenuhi. Kepala Dinas Sosial dan Kepala BPBD NTB telah diperintahkan untuk segera mendistribusikan bantuan.”
Kepala Dinas Sosial NTB, Masyhuri, memastikan bahwa bantuan logistik telah dikirim ke lokasi kejadian. Bantuan tersebut meliputi kasur, selimut, tenda gulung, family kit, makanan siap saji, serta makanan khusus anak.
Masyhuri menambahkan, “Alhamdulillah, dropping bantuan berjalan lancar dan sudah diterima di lokasi.”
Sementara itu, Kepala BPBD NTB, Sadimin, menyatakan pihaknya juga telah menyiapkan bantuan darurat tambahan guna mendukung penanganan pasca kebakaran. Saat ini, para santri telah dievakuasi ke lokasi yang lebih aman, meskipun masih membutuhkan dukungan perlengkapan dasar untuk melanjutkan aktivitas sehari-hari.
Pemerintah Provinsi NTB menegaskan komitmennya untuk memastikan penanganan pasca bencana berjalan cepat, tepat, dan menyeluruh.
