Francesco Bagnaia secara tegas membantah spekulasi yang menyebut penurunan performanya di tim Ducati disebabkan oleh dominasi rekan setimnya, Marc Marquez. Pernyataan ini sekaligus menepis analisis legenda MotoGP, Valentino Rossi, yang sebelumnya menyoroti faktor psikologis sebagai pemicu kesulitan Bagnaia.

Menjelang seri Brazilian Grand Prix, Bagnaia menjelaskan bahwa akar masalahnya terletak pada adaptasi teknis terhadap motor Ducati yang mengalami perubahan signifikan. “Marc datang dan langsung dominan. Itu fakta, dan tidak banyak yang bisa dikomentari,” ujar Bagnaia. “Namun saya kesulitan memahami motor yang berubah dari tahun lalu, ketika semuanya terasa sempurna. Saya tidak menderita karena Marc, tetapi karena tidak mampu mengeluarkan potensi maksimal saya.”

Sebelumnya, Valentino Rossi, mentor Bagnaia di VR46 Riders’ Academy, dalam sebuah diskusi forum menyebut bahwa dominasi Marquez dengan motor yang sama dapat berdampak secara psikologis. Rossi menilai tekanan mental dari performa rekan setim bisa memengaruhi kepercayaan diri seorang pembalap.

Namun, Bagnaia memilih untuk tidak sependapat dengan analisis tersebut. Ia menegaskan fokusnya saat ini adalah pada perbaikan performa motor dan adaptasi teknis.

Performa Belum Konsisten Sejak Musim Lalu

Penurunan performa Bagnaia memang mulai terlihat sejak musim 2025, menjadi periode tersulitnya sejak bergabung dengan Ducati pada 2021. Berbagai upaya telah dilakukan, termasuk meminta masukan dari juara dunia Casey Stoner, namun konsistensi masih sulit diraih. Pada seri pembuka MotoGP 2026 di Thailand Grand Prix, Bagnaia hanya mampu finis di posisi kesembilan. Ia mengakui masih berproses untuk meningkatkan kemampuannya. “Saya sedang belajar untuk memberikan lebih saat motor tidak dalam kondisi ideal,” ungkapnya.

Aprilia Mengancam Dominasi Ducati

Di tengah kesulitan Bagnaia, Aprilia justru tampil kompetitif dan mulai mengancam dominasi Ducati. Kemenangan Marco Bezzecchi di Thailand menjadi sinyal kuat kebangkitan Aprilia, bahkan seluruh pembalap mereka berhasil menembus lima besar pada balapan tersebut. Situasi ini menunjukkan persaingan di MotoGP semakin terbuka, terutama menjelang akhir siklus regulasi saat ini.

Ducati Dihadapkan Tantangan Baru

Sejumlah pengamat menilai Ducati mulai mendekati batas pengembangan maksimal motor mereka di era regulasi sekarang. Mantan pembalap MotoGP, Pol Espargaro, menyebut dominasi Ducati dalam beberapa musim terakhir kini mulai mendapat tekanan serius dari rival. Dengan perubahan regulasi besar yang akan berlaku pada 2027, seluruh tim diperkirakan akan menghadapi tantangan baru dalam mempertahankan daya saing. Bagi Bagnaia, fokus saat ini tetap pada peningkatan performa individu dan adaptasi teknis, bukan pada faktor eksternal seperti rivalitas internal tim.