Badan Kehormatan (BK) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jember masih terus mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi terkait laporan dugaan pelanggaran etik. Laporan tersebut dilayangkan oleh advokat Karuniawan Nurahmansyah terhadap tujuh anggota DPRD Jember.

Ketua BK DPRD Jember, Mohammad Hafidi, menjelaskan bahwa pihaknya memanggil beberapa saksi yang hadir di lokasi saat anggota Komisi B dan C melakukan inspeksi mendadak (sidak) saluran irigasi di Antirogo, Kecamatan Sumbersari. “Kami lakukan input masalah itu, dari pelaksanaan sidak. Bagaimana alur sebetulnya cerita itu, dan apa yang sebetulnya terjadi. Masih kami dalam proses dan input keterangan ini,” kata Hafidi pada Senin (19/1/2026).

Hafidi menambahkan, pihaknya belum dapat menyampaikan hal-hal lain di luar proses pengumpulan keterangan. “Pada prinsipnya, kami akan mengumpulkan keterangan-keterangan ini,” tegasnya.

Saksi dari Berbagai Unsur

Saksi yang diperiksa BK DPRD Jember berasal dari beberapa unsur yang terlibat langsung saat sidak berlangsung. Hafidi menyebutkan, “Kali ini ada tiga. Yang terakhir banyak emang, ada dari HIPPA (Himpunan Petani Pemakai Air), kelompok tani, selaku kelompok yang dominan menyampaikan masalah, sehingga terjadinya masalah sampai ke ruang BK ini.”

Selain perwakilan petani, BK juga memeriksa unsur dari jajaran Dinas PU Sumber Daya Air (SDA) Jember serta seorang jurnalis yang berada di lokasi ketika sidak dilakukan. “Yang ikut pelaksanaan itu dari awal, sampai dengan buyarnya acara itu. Tapi tidak menutup kemungkinan, ketika dibutuhkan teman-teman (jurnalis lain) yang ikut kegiatan itu juga kita akan minta keterangannya, sehingga masalah ini cepat terselesaikan,” ungkap Hafidi.

Rencana Pemanggilan Anggota Dewan Terlapor

Terkait pihak terlapor, yakni tujuh anggota DPRD Jember, Badan Kehormatan berencana segera melakukan pemanggilan untuk dimintai keterangan. “Insyallah dalam minggu ini. Tahap kedua, teradu atau terlapor itu nanti teman-teman anggota dewan akan kita periksa,” terang Hafidi.

Hingga saat ini, BK belum dapat menyampaikan kesimpulan dari hasil pemeriksaan yang berjalan. “Kita masih dalam rangka mengumpulkan keterangan. Target dalam tahap dua, minggu depan telah selesai,” pungkasnya.