Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan tidak ditemukan indikasi gas vulkanik berbahaya di kawasan wisata Glamping Posong, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah. Pernyataan ini disampaikan menyusul tragedi meninggalnya empat wisatawan yang merupakan satu keluarga di lokasi tersebut pada Rabu (27/5) lalu.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Geologi, Lana Saria, menjelaskan bahwa timnya telah melakukan pengecekan lapangan dan pengukuran konsentrasi gas di sekitar lokasi kejadian untuk memastikan pengaruh aktivitas Gunung Sindoro. “Berdasarkan hasil pengukuran sementara di lokasi pengecekan, tidak terindikasi adanya konsentrasi gas vulkanik berbahaya di area pengukuran,” ujar Lana Saria di Jakarta, Jumat (29/5).
Hasil pengukuran teknis Badan Geologi menunjukkan konsentrasi Karbon Dioksida (CO2) sebesar 0,03 persen. Sementara itu, Hidrogen Sulfida (H2S), Sulfur Dioksida (SO2), dan Karbon Monoksida (CO) tidak terdeteksi atau menunjukkan angka 0 ppm.
Lana menambahkan, kondisi vegetasi di sekitar Glamping Posong terpantau normal, tanpa ada tanda-tanda kerusakan akibat paparan gas kimia. Aktivitas vulkanik Gunung Sindoro sendiri saat ini masih berada pada tingkat Level I (Normal).
Sebelumnya, Polres Temanggung melaporkan penemuan empat korban meninggal dunia dari satu keluarga saat berkemah di Glamping Posong. Dugaan awal sempat mengarah pada hirupan gas berbahaya. Namun, dengan keluarnya hasil pengecekan Badan Geologi ini, penyebab pasti kematian kini sepenuhnya bergantung pada hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) dan pengujian laboratorium forensik kepolisian.
Masyarakat dan calon wisatawan diimbau untuk tetap tenang dan waspada sambil menunggu hasil penyelidikan menyeluruh dari pihak berwenang terkait penyebab medis para korban.
