Sebanyak 10 unit rumah warga di Desa Pangkalaseang Baru, Kecamatan Balantak Utara, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, terdampak banjir pada Rabu, 1 April 2026. Banjir ini terjadi setelah hujan deras mengguyur wilayah pegunungan selama kurang lebih tiga jam.

Pelaksana Tugas Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulawesi Tengah, Asbudianto, menjelaskan bahwa curah hujan tinggi menjadi pemicu utama. “Curah hujan yang tinggi di wilayah pegunungan menyebabkan luapan air hingga merendam permukiman warga,” kata Asbudianto dalam keterangannya di Palu, Rabu (1/4).

Ketinggian air dilaporkan mencapai lutut orang dewasa dan menggenangi rumah-rumah di Dusun 1 dan Dusun 2 Desa Pangkalaseang Baru. Di Dusun 1, delapan unit rumah terdampak, dihuni oleh delapan kepala keluarga atau total 30 jiwa, termasuk enam lanjut usia dan dua balita.

Sementara itu, di Dusun 2, dua unit rumah terdampak dengan jumlah enam jiwa, termasuk dua lanjut usia. Beruntungnya, tidak ada laporan korban jiwa maupun warga yang mengungsi akibat kejadian ini.

Tim Reaksi Cepat (TRC) bersama Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD telah melakukan asesmen di lokasi. Mereka juga berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Banggai untuk penanganan lebih lanjut.

Asbudianto menambahkan bahwa kebutuhan mendesak di lokasi meliputi normalisasi sungai, pemasangan bronjong, serta pembangunan drainase. Langkah-langkah ini penting untuk mencegah banjir susulan di masa mendatang.

“Saat ini air telah surut dan kondisi berangsur kondusif, namun masyarakat tetap diimbau waspada terhadap potensi cuaca ekstrem,” pungkas Asbudianto.