Amerika Serikat (AS) secara resmi memulai produksi jet tempur F-35 yang dipesan oleh Swiss, sebuah langkah yang diambil di tengah gelombang kampanye penolakan dari sejumlah aktivis di negara Eropa tersebut.
Kepala pengadaan pertahanan Swiss, Urs Loher, mengonfirmasi dimulainya produksi ini dalam sebuah wawancara yang dipublikasikan pada Senin (4/5/2026).
Sebelumnya, pada akhir April, harian Tribune de Geneve melaporkan bahwa para aktivis Swiss meluncurkan petisi menentang pembelian F-35 dari AS. Mereka berargumen bahwa biaya pembelian pesawat tersebut lebih tinggi dibanding kontrak awal, serta menilai pesawat itu tidak sesuai kebutuhan dan terlalu mahal untuk anggaran pertahanan Swiss.
Loher: “Produksi F-35 Telah Dimulai, Delapan Pesawat Pertama Dikirim Tahun Depan”
Menanggapi klaim tersebut, Loher menegaskan, “Produksi telah dimulai, bertentangan dengan klaim para penentang pembelian … Delapan pesawat pertama dijadwalkan dikirim tahun depan sesuai rencana.”
Swiss sebelumnya telah menandatangani kontrak dengan AS untuk mengakuisisi 30 unit F-35A. Sesuai jadwal, pengiriman pesawat-pesawat tempur generasi kelima ini akan berlangsung antara tahun 2027 hingga 2030.
Loher juga mengemukakan bahwa Swiss membutuhkan antara 55 hingga 70 pesawat tempur untuk membangun kekuatan udara yang efektif. Oleh karena itu, ia mengusulkan agar jet tempur F/A-18 yang saat ini masih beroperasi tetap digunakan untuk sementara waktu guna mengisi kesenjangan kapasitas.
Berita ini bersumber dari laporan Sputnik/RIA Novosti yang tayang di Antaranews.com.
