Aplikasi game kini menjadi kekuatan dominan di pasar saldo digital Indonesia, menyumbang lebih dari 60% dari total volume transaksi pada kuartal pertama 2026. Fenomena ini menandai pergeseran signifikan dalam lanskap pembayaran digital, di mana pembelian dalam game dan top-up saldo untuk kebutuhan gaming melampaui sektor-sektor lain seperti e-commerce dan transportasi online.
Pendorong Utama Dominasi Aplikasi Game
Laporan terbaru dari Asosiasi Game Indonesia (AGI) dan lembaga riset pasar menggarisbawahi bahwa pertumbuhan masif ini didorong oleh popularitas game mobile. Judul-judul seperti Mobile Legends: Bang Bang dari Moonton, Free Fire dari Garena, dan Genshin Impact dari miHoYo terus merilis konten baru, event menarik, serta item eksklusif yang memicu frekuensi transaksi.
Microtransactions, termasuk pembelian skin, battle pass, dan item virtual lainnya, menjadi pendorong utama volume transaksi. Kemudahan integrasi pembayaran dengan dompet digital terkemuka seperti GoPay, OVO, DANA, dan ShopeePay juga berperan krusial. Pengguna dapat melakukan top-up atau pembelian item secara langsung tanpa perlu keluar dari aplikasi game, menciptakan pengalaman yang mulus dan efisien.
Pandangan Industri dan Regulator
Budi Santoso, CEO salah satu platform pembayaran digital terkemuka, menyatakan,
