Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menyampaikan apresiasi mendalam kepada Iran atas keputusannya yang mengizinkan kapal-kapal Malaysia melintasi Selat Hormuz. Langkah ini dinilai sangat krusial dalam memastikan keberlangsungan pasokan energi global, khususnya di tengah ketidakpastian yang melanda kawasan Asia Barat.
Apresiasi tersebut disampaikan Anwar Ibrahim saat bertemu dengan Duta Besar Republik Islam Iran untuk Malaysia, Valiollah Mohammadi, dalam sebuah acara dialog di Malaysia pada Selasa, 7 April 2026. Pertemuan ini menjadi platform bagi kedua negara untuk membahas isu-isu regional dan bilateral.
Keputusan Iran Jamin Pasokan Energi Malaysia
Anwar Ibrahim menegaskan pentingnya keputusan Iran tersebut bagi negaranya. “Dalam suasana ketidakpastian susulan krisis Asia Barat, saya menyampaikan penghargaan Malaysia atas keputusan Iran yang mengizinkan kapal minyak negara melintasi Selat Hormuz,” ujar Anwar Ibrahim.
Menurut Anwar, izin melintas ini bukan hanya sekadar jalur transportasi, melainkan sebuah jaminan vital. Hal ini sangat penting dalam memastikan keberlangsungan pasokan energi, sekaligus membantu menekan tekanan terhadap biaya hidup masyarakat serta mendukung stabilitas ekonomi negara.
Diplomasi Tingkat Tinggi Berbuah Hasil
Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri Malaysia (Wisma Putra) telah mengonfirmasi bahwa satu dari tujuh kapal komersial asal Malaysia telah dipersilakan untuk melalui Selat Hormuz. Hasil positif ini merupakan buah dari serangkaian keterlibatan diplomatik tingkat tinggi antara pemimpin Malaysia dan Iran.
Upaya diplomatik tersebut mencakup percakapan telepon yang konstruktif pada 26 Maret 2026 antara Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim dan Presiden Republik Islam Iran Masoud Pezeshkian. Selain itu, Menteri Luar Negeri Malaysia Mohamad Hasan juga telah berdialog dengan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi pada 24 Maret 2026. Serangkaian komunikasi ini menunjukkan komitmen kedua negara dalam menjaga hubungan baik dan menyelesaikan isu-isu sensitif melalui jalur diplomasi.
