Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) menggelar beragam rangkaian kegiatan untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-62 provinsi tersebut. Rangkaian acara ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga bertujuan menggerakkan perekonomian masyarakat, memperkuat persatuan, dan melestarikan budaya daerah.

Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, di Palu pada Selasa (14/4/2026), menyampaikan bahwa kegiatan ini didorong oleh visi “Sulteng Nambaso”. Ia menjelaskan, istilah “Nambaso” berasal dari bahasa Kaili yang berarti “besar”, namun dalam konteks pembangunan daerah merupakan akronim dari “Anak Miskin Bisa Sekolah”.

“Tidak boleh ada anak di Sulawesi Tengah yang tidak bisa sekolah hanya karena keterbatasan ekonomi. Itu adalah tekad besar kita bersama,” tegas Anwar Hafid, menekankan komitmen pemerintah provinsi terhadap pendidikan.

Selain pendidikan, gubernur juga mengingatkan pentingnya kemajuan daerah yang tetap berpijak pada kekuatan budaya dan kearifan lokal. Hal ini dianggap sebagai identitas yang tidak boleh ditinggalkan di tengah arus modernisasi.

“Kita tidak boleh lepas dari akar budaya. Justru dengan budaya, kita akan tetap kuat di tengah kemajuan dunia,” ujarnya.

Ragam Kegiatan dan Dampak Ekonomi

Beragam kegiatan yang digelar dalam rangka HUT ke-62 ini meliputi:

  • Karnaval budaya yang menampilkan pakaian adat, kuliner khas, hingga seni tari dari berbagai etnis di Sulawesi Tengah.
  • Pameran Expo Sulteng.
  • Layanan pendaftaran beasiswa dan program kesehatan.
  • Job fair yang membuka peluang kerja bagi masyarakat.

Rangkaian kegiatan yang berlangsung dari 13 April hingga 18 April 2026 ini diharapkan mampu menggerakkan perekonomian masyarakat, khususnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Lebih lanjut, pada 16 April 2026 juga direncanakan akan digelar kegiatan ekspor durian. Acara ini akan melibatkan sejumlah menteri, dengan sekitar 10.000 buah durian disiapkan sebagai bagian dari promosi komoditas unggulan daerah.

Anwar Hafid menyampaikan apresiasi kepada unsur forum koordinasi pimpinan daerah (forkopimda) serta seluruh bupati dan wali kota se-Sulawesi Tengah yang telah berpartisipasi aktif dalam menyukseskan kegiatan tersebut.

“Melalui rangkaian kegiatan ini, diharapkan semangat kebersamaan terus terjaga, budaya tetap lestari, dan ekonomi masyarakat semakin tumbuh, khususnya di Kota Palu,” pungkasnya.