Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid mengajak seluruh warga di daerahnya untuk mengaktifkan kembali sistem keamanan lingkungan (Siskamling). Langkah ini ditekankan sebagai upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) sekaligus perlawanan terhadap penyalahgunaan narkoba.

Ajakan tersebut disampaikan Anwar Hafid saat ditemui awak media di Sigi pada Minggu, 5 April 2026. Ia menyerukan “gerakan semesta” yang melibatkan seluruh elemen masyarakat.

Peran Aktif Masyarakat dalam Perang Melawan Narkoba

“Saya mengajak seluruh masyarakat Sulawesi Tengah untuk melaksanakan gerakan semesta dan melakukan perlawanan yakni dengan semua desa-desa wajib melakukan ronda sehingga warga wajib lapor 1×24 jam,” tegas Anwar Hafid.

Menurutnya, keterlibatan seluruh pihak sangat krusial dalam memerangi narkoba di Sulawesi Tengah. Persoalan narkoba tidak bisa lagi hanya dibebankan kepada aparat penegak hukum.

“Kita perlu bersama-sama perang melawan narkoba, persoalan narkoba ini tidak bisa lagi hanya menjadi tanggung jawab kepolisian dan Badan Narkotika Nasional (BNN),” ucapnya.

Anwar Hafid menuturkan, pihaknya akan segera melakukan pertemuan dengan para bupati dan walikota di Sulawesi Tengah untuk membahas pengaktifan kembali Siskamling ini secara lebih lanjut.

“Jadi langkah awal dilakukan dengan segera mengaktifkan pos-pos Siskamling, tentunya setiap orang keluar masuk di desa harus dan wajib tercatat, ini bertujuan agar tidak ada peluang terjadinya transaksi narkotika di wilayah tersebut,” jelas Anwar.

Data Pengungkapan Kasus Narkoba di Sulteng

Sebagai informasi, data dari Polda Sulawesi Tengah menunjukkan bahwa selama tahun 2025, aparat kepolisian berhasil mengungkap 706 kasus narkoba. Dari pengungkapan tersebut, jumlah barang bukti sabu yang disita mencapai 160,14 kilogram.