Pengelola Terminal Dara, Kota Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), secara ketat memberlakukan tes urine bagi para sopir bus angkutan arus balik Idul Fitri 2026. Langkah ini diambil untuk memastikan keselamatan ribuan penumpang yang akan kembali ke daerah asal mereka.
Kepala Terminal Dara, Supratman, menjelaskan bahwa pemeriksaan ini merupakan hasil kerja sama dengan Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Bima. Tujuannya adalah untuk mengantisipasi potensi penyalahgunaan narkoba di kalangan pengemudi, terutama pada periode krusial arus balik Lebaran.
“Iya benar ada sopir bus melakukan tes urine di Terminal Dara,” ujar Supratman di Kota Bima, Rabu (26/3/2026).
Supratman menegaskan, tes urine menjadi bagian esensial dalam memastikan kondisi fisik dan mental sopir tetap prima serta bebas dari pengaruh zat terlarang. Hal ini sangat penting mengingat para sopir mengangkut penumpang dalam jumlah besar selama periode puncak arus balik.
Kegiatan serupa, lanjut Supratman, rutin dilaksanakan setiap momen Lebaran, Natal, dan Tahun Baru sebagai bagian dari upaya pengawasan keselamatan transportasi publik. Pada tahun 2026 ini, tercatat sebanyak 17 sopir bus telah menjalani tes urine.
“Setiap momen Lebaran maupun Nataru, tes urine selalu dilakukan untuk sopir bus,” tambahnya.
Pihak Terminal Dara menyatakan dukungan penuh terhadap inisiatif BNNK Bima untuk mendeteksi dini potensi penyalahgunaan narkoba. Harapannya, langkah ini dapat menekan risiko kecelakaan lalu lintas yang disebabkan oleh faktor pengemudi.
“Kami sangat mendukung karena ini untuk memastikan sopir benar-benar dalam kondisi aman saat membawa penumpang,” pungkas Supratman.
Sementara itu, data menunjukkan ribuan penumpang telah menggunakan transportasi darat dari Bima selama arus balik Lebaran. Puncak pergerakan penumpang diperkirakan akan berlangsung antara tanggal 24 hingga 28 Maret 2026.
