Gelaran MilkLife Soccer Challenge (MLSC) Samarinda Seri 2 musim 2025–2026 sukses besar, menarik perhatian ratusan siswi dari berbagai sekolah dasar dan madrasah ibtidaiyah. Turnamen yang diselenggarakan oleh Bayan Peduli di Borneo FC Training Centre, Samarinda, pada 23 hingga 26 April 2026 ini menjadi penanda penting bagi perkembangan sepak bola putri di Kalimantan Timur.
Sebanyak 642 siswi dari 44 Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan Sekolah Dasar (SD) di Samarinda dan sekitarnya berpartisipasi dalam ajang ini. Mereka terbagi dalam 62 tim, dengan 30 tim di kategori usia (KU) 10 dan 32 tim di KU 12. Dukungan penuh dari Bayan Peduli, bersama Bakti Olahraga Djarum Foundation dan MilkLife, menjadi kunci keberhasilan penyelenggaraan turnamen ini.
Antusiasme Tinggi dan Komitmen Pengembangan
Direktur PT Bayan Resources Tbk, Merlin, mengungkapkan rasa bangganya atas antusiasme dan semangat juang tinggi yang ditunjukkan para peserta. Menurutnya, turnamen ini bukan sekadar kompetisi, melainkan momentum krusial untuk pengembangan sepak bola putri usia dini di Samarinda.
“Kami bangga melihat para siswi bertanding dengan penuh semangat, berpeluh keringat memperebutkan gelar juara. Ini bukan hanya soal kompetisi, tetapi juga tentang membangun karakter, disiplin, dan keberanian generasi muda. Bayan Group berkomitmen untuk terus ‘Berkarya Nyata, Bangun Bangsa’ dengan menciptakan wadah yang inklusif bagi talenta lokal untuk bersinar di kancah nasional maupun internasional,” ujar Merlin.
Senada, Program Director MilkLife Soccer Challenge, Teddy Tjahjono, turut mengapresiasi energi yang ditampilkan para siswi sepanjang turnamen. Meskipun Samarinda berstatus sebagai kota debutan, ia melihat potensi besar yang langsung ditunjukkan.
“Antusiasme siswi di Samarinda luar biasa, apalagi ini menjadi kali pertama MLSC digelar di sini. Kami melihat semangat bertanding, keberanian, dan kemauan belajar yang sangat tinggi. Ini menjadi modal penting untuk pembinaan jangka panjang sepak bola putri di Kalimantan Timur,” kata Teddy.
Antusiasme tinggi dari para siswi dan sekolah-sekolah di Samarinda menjadi indikator kuat bahwa ekosistem sepak bola putri di wilayah ini siap berkembang. Tidak hanya dari sisi jumlah peserta yang kompetitif, kualitas permainan yang ditampilkan juga cukup menjanjikan, memberikan angin segar bagi masa depan sepak bola putri di Indonesia.
