Pemerintah Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, mencatat penurunan signifikan angka kemiskinan di wilayahnya. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), persentase penduduk miskin di Sigi pada tahun 2025 mencapai 10,47 persen, menurun dari 12,06 persen pada tahun sebelumnya.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sigi, Ariyanto, menjelaskan bahwa pencapaian ini merupakan hasil kerja sama dan kolaborasi seluruh lintas sektor. “Tentunya kasus kemiskinan ini tidak hanya kerja satu pihak atau dinas tertentu, tapi ini memang program dan perhatian pemerintah daerah,” ujar Ariyanto saat ditemui awak media di Sigi, Selasa (10/2/2026).

Ariyanto menambahkan, pemerintah daerah memiliki program intervensi yang melibatkan Tim Penggerak PKK dan lintas sektor lainnya untuk menekan angka kemiskinan. Upaya ini juga mencakup pembaruan data yang krusial.

“Jadi pemerintah daerah terus melakukan pembaruan data karena banyak data peralihan dari Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) ke Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) agak kacau sehingga setelah kami perbaiki data itu ada beberapa selisih terkait kemiskinan di Sigi,” jelasnya.

Selain itu, intervensi juga datang dari Kementerian Sosial yang menyentuh langsung masyarakat miskin di Kabupaten Sigi. “Kemensos itu memberikan bansos melalui PKH dan pemerintah daerah juga bergerak di bidang pemberdayaan sehingga masyarakat yang memiliki usaha ekonomi diberikan bantuan dan pendampingan,” kata Ariyanto.

Bantuan pemberdayaan dari pemerintah daerah tersebut berupa dukungan usaha dan ternak yang diberikan kepada keluarga penerima manfaat. Dengan jumlah penduduk Kabupaten Sigi pada tahun 2025 mencapai 273,2 ribu jiwa, terdapat 28.604 jiwa yang tergolong masyarakat miskin.

“Jadi memang perlu dilakukan pemberdayaan masyarakat miskin agar kemiskinan di Kabupaten Sigi terus turun hingga zero,” pungkas Ariyanto.