Momen mencekam dialami aktris sekaligus mantan personel Cherrybelle, Anisa Rahma, ketika rumah keluarganya di kawasan Tamansari, Bandung, dilalap api hebat pada Kamis (30/4/2026) malam. Sekitar 80 persen bangunan hangus terbakar dalam insiden yang mengejutkan tersebut.
Di balik musibah itu, tersimpan kisah heroik dari sang suami, Anandito Dwis atau yang akrab disapa Dito. Ia tak berpikir panjang dan nekat menerjang bara api demi menyelamatkan ibu mertuanya yang sempat terjebak di dalam rumah.
Aksi Heroik Tanpa Alas Kaki
Anisa Rahma menceritakan, Dito saat itu langsung masuk ke area yang masih dipenuhi bara tanpa mengenakan alas kaki. “Dito kakinya lecet karena nginjek bara api. Dia nggak mikirin lagi pakai sandal apa-apa, langsung masuk,” ungkap Anisa saat ditemui pada Jumat (1/5/2026), sehari setelah kejadian.
Aksi berani tersebut memang berhasil menyelamatkan sang ibu. Namun, Dito harus menanggung luka di bagian kaki yang sempat melepuh akibat panasnya bara api. “Pas dilihat-lihat, kakinya udah lecet, melepuh-melepuh,” lanjut Anisa menggambarkan kondisi suaminya.
Dito sendiri mengaku, saat kejadian dirinya hanya fokus menyelamatkan keluarga. “Langsung nyelamatin anak-anak dulu, habis itu saya coba lihat kondisi api, bisa diamankan atau nggak,” kata Dito. Ia bahkan sempat berusaha memadamkan api menggunakan air seadanya, namun kobaran api sudah terlalu besar untuk dikendalikan.
Detik-detik Mencekam dan Ledakan Gas
Situasi semakin mencekam ketika ibu Anisa sempat kembali masuk ke rumah untuk mengambil barang-barang penting. Padahal, api sudah semakin membesar dan berisiko tinggi. Beruntung, sang ibu berhasil keluar sesaat sebelum bahaya besar terjadi.
“Pas mama keluar, tabung gas di belakang itu meledak, untungnya mama sudah di luar,” ujar Anisa dengan nada lega, menyadari betapa tipisnya batas antara keselamatan dan bahaya.
Kini, kondisi Dito berangsur membaik setelah mendapat perawatan medis. Bersama Anisa, ia mulai fokus menyelamatkan barang-barang penting yang masih tersisa dari puing-puing kebakaran. “Sekarang kita lagi cari ijazah, surat-surat, barang berharga yang masih bisa diselamatkan,” tutup Dito, menunjukkan prioritas mereka di tengah musibah.
