Bupati Nias Utara, Amizaro Waruwu, menjadi sorotan publik setelah videonya bersujud viral di media sosial. Momen emosional itu terjadi saat ia mengungkapkan keprihatinannya terhadap kondisi daerah 3T (Terdepan, Terluar, dan Tertinggal) dalam rapat koordinasi Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal di Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT), Jakarta, pada Rabu, 25 Februari 2026.

Dalam kesempatan tersebut, Amizaro Waruwu secara tegas menyampaikan kegelisahannya atas ketertinggalan wilayahnya. Ia bahkan sampai bersujud di hadapan para pejabat tinggi, termasuk Menteri Desa PDT Yandri Susanto, Wakil Menteri Desa PDT Ahmad Riza Patria, dan Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution, sebagai bentuk permohonan agar daerah 3T lebih diprioritaskan.

Jeritan Hati dari Daerah 3T

Amizaro Waruwu tidak menahan diri untuk menyuarakan kondisi riil di daerahnya. Ia menyoroti ironi kemerdekaan Indonesia yang telah mencapai 80 tahun, namun masih banyak wilayah yang berjuang untuk mendapatkan akses listrik.

“Pak menteri, pak gubernur, dan bapak ibu semuanya. Kami ini sudah capek miskin. Kemerdekaan Indonesia sudah 80 tahun, sesungguhnya sudah tidak akan bicara listrik, Jengkol (daerah) kami ini masih berjuang bagaimana ada listrik,” ungkap Amizaro, seperti dilansir dari TikTok @yohaness031 pada Jumat, 6 Maret 2026.

Ia juga membandingkan jurang perbedaan antara daerah 3T dengan kota-kota besar di Pulau Jawa. Menurutnya, saat kota-kota besar sibuk membahas pengembangan teknologi dan infrastruktur modern, daerahnya masih berkutat dengan masalah dasar.

“Kalau kepala daerah yang ada di Jawa ini membahas bagaimana pengembangan AI, mal, jalan tol, dan lain sebagainya, kami masih berbicara rumah tidak layak huni, berbicara mengenai listrik, internet, inilah beda kami, Pak. Sehingga kami mohon, kami sudah capek miskin. Kami mewakili kawan-kawan daerah 3T saya (bersujud),” paparnya.

Permohonan Akses ke Presiden

Selain memohon perhatian dan prioritas untuk 30 daerah 3T di Indonesia, Amizaro Waruwu juga menyampaikan permintaan khusus untuk dapat bertemu langsung dengan Presiden Republik Indonesia. Ia merasa perlu menyampaikan aspirasi ini secara langsung kepada kepala negara.

“Saya sebagai bupati merasa tidak ada apa-apanya, dengan cara apa saya bertarung? Tidak ada. Sehingga di hari yang berbahagia ini saya mohon, sesungguhnya kemerdekaan itu untuk kami dimana? Termasuk kami mohon akses kami kepada bapak Presiden Republik Indonesia,” pungkas Amizaro Waruwu.

Momen sujud Bupati Nias Utara ini sontak viral di berbagai platform media sosial, termasuk akun Instagram @rumpi_gosip. Banyak warganet yang memberikan dukungan dan simpati atas perjuangan Amizaro Waruwu.

“Pak saya doakan segera di wujudkan oleh pemerintah,” tulis akun @d.yulii8 di kolom komentar.

Dukungan juga datang dari warga Nias Utara sendiri. Seorang guru dengan akun @henty_zega menceritakan kondisi infrastruktur yang memprihatinkan di daerahnya. “Ini bupati kami Nias Utara. Beliau sudah bekerja semaksimal mungkin untuk kami. Saya sendiri seorang guru, jalan menuju sekolah kami juga sangat di sayangkan. Rusak parah, bahkan ada anak anak skolah kami yang harus nyebrang sungai tiap hari, kalau banjir sebisa mungkin mereka lewati. Puji Tuhannya tahun lalu kami baru punya gedung sekolah, sebelumnya kami hanya numpang di sekolah SD,” ungkapnya.

Warganet lain turut menyampaikan keprihatinan. “Ya allah sedih lihatnya betapa tdk rata nya pembangunan di negara ini,” tutur @dian_nayalika. Sementara @julyanalutfi22 berharap, “Pak semoga setelah viral banyak bantuan kesana ya pak.”

Sumber Gambar: https://kilatnews.co/viral-bupati-nias-utara-sujud-usai-ungkap-kondisi-daerah-3t-inilah-harapan-amizaro-waruwu/