Amerika Serikat pada Rabu (11/3) memveto resolusi Dewan Keamanan PBB (DK PBB) yang disusun Rusia. Resolusi tersebut menyerukan gencatan senjata segera di Timur Tengah dan mengecam serangan terhadap warga sipil. Latvia juga menentang resolusi ini, sementara sembilan negara anggota abstain dan empat negara mendukung.

Dokumen yang diajukan Rusia itu secara spesifik meminta “semua pihak” untuk segera menghentikan permusuhan “di Timur Tengah dan sekitarnya.” Rancangan tersebut juga mengecam semua serangan terhadap warga sipil dan mendesak semua pihak yang terlibat dalam eskalasi untuk kembali ke jalur diplomasi, meskipun tidak menyebutkan negara mana pun secara spesifik. Selain itu, resolusi ini menekankan “pentingnya menjamin keamanan semua negara di kawasan Timur Tengah dan sekitarnya.”

Dalam pembukaannya, DK PBB menyatakan kesedihan mendalam atas korban tewas dalam konflik tersebut dan menegaskan kembali larangan penggunaan kekerasan terhadap integritas wilayah suatu negara.

Pada hari yang sama, sebelum pemungutan suara resolusi Rusia, DK PBB telah mengadopsi resolusi lain yang dirancang oleh Bahrain. Resolusi ini menuntut agar Iran mengakhiri serangan terhadap negara-negara Teluk. Tiga belas negara memberikan suara mendukung dokumen tersebut, sementara Rusia dan China memilih abstain.

Resolusi Bahrain tersebut mengecam serangan Iran terhadap Bahrain, Kuwait, Oman, Qatar, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Yordania, serta menuntut agar serangan tersebut segera dihentikan. Namun, resolusi ini tidak menyebutkan perihal serangan militer dari Amerika Serikat dan Israel terhadap Republik Islam Iran, bahkan tidak menyerukan kedua negara tersebut untuk menghentikan serangan terhadap Iran. Informasi ini dilaporkan oleh koresponden RIA Novosti. Sumber: Sputnik/RIA Novosti.