Ganda putri Indonesia, Amallia Cahaya Pratiwi/Siti Fadia Silva Ramadhanti, menyatakan kesiapan mereka untuk membongkar strategi pasangan Taiwan Hsu Yin-Hui/Lin Jhih-Yun pada babak kedua turnamen YONEX German Open 2026. Pertandingan krusial ini akan berlangsung di Westenergie Sporthalle, Mülheim an der Ruhr, Jerman, pada Jumat dini hari WIB.
Amallia Cahaya Pratiwi, yang akrab disapa Tiwi, mengungkapkan bahwa ini akan menjadi pertemuan pertama bagi mereka sebagai pasangan melawan Hsu/Lin. “Kami akan menghadapi Hsu Yin-Hui/Lin Jhih-Yun. Saya pernah bertemu dengan pasangan tersebut sebelumnya, tetapi dengan partner yang berbeda,” ujar Tiwi dalam keterangan resmi, Kamis (26/2/2026).
Berbekal pengalaman tersebut, Tiwi/Fadia tidak ingin hanya mengandalkan memori pertandingan sebelumnya. Mereka menyiapkan evaluasi menyeluruh menjelang laga babak 16 besar. “Kami akan melakukan evaluasi bersama, berdiskusi dengan pelatih, serta menonton analisis video untuk mempersiapkan strategi yang terbaik menghadapi pertandingan besok,” tambah Tiwi.
Sebelumnya, Tiwi/Fadia berhasil melangkah ke babak kedua turnamen BWF World Tour Super 300 ini setelah menyingkirkan pasangan Denmark Kathrine Vang/Mette Werge. Kemenangan dua gim langsung dengan skor 21-8, 21-14 tersebut diraih lewat permainan agresif dan kontrol tempo yang konsisten sejak awal laga.
“Alhamdulillah pada pertandingan hari ini kami bisa meraih kemenangan dengan baik. Di gim pertama, kami sudah menerapkan pola permainan seperti yang biasa kami mainkan dan itu berjalan cukup lancar,” kata Tiwi usai pertandingan.
Memasuki gim kedua, lawan sempat mencoba mengubah ritme dengan reli lebih panjang, membuat pasangan Indonesia sempat tertinggal beberapa poin. “Kami sempat terbawa pola mereka dan tertinggal poin. Tapi kami mencoba tetap mengikuti tempo lebih dulu, lalu ketika ada celah untuk mengubah pola, kami langsung melakukan penyesuaian dan kembali ke permainan yang kami inginkan,” jelas Tiwi.
Siti Fadia Silva Ramadhanti menambahkan, kondisi lapangan menjadi tantangan tersendiri, terutama karena perbedaan saat pertandingan dibandingkan sesi latihan. “Di gim kedua tadi kami sempat sedikit kaget dengan kondisi lapangan. Saat latihan kemarin rasanya cukup berbeda, dan hari ini terasa ada angin yang cukup berpengaruh. Tapi kami segera berkomunikasi lagi di lapangan dan sempat berdiskusi dengan pelatih untuk menenangkan diri dan menyesuaikan permainan,” ujar Fadia.
Fadia juga mengakui suasana turnamen kali ini terasa berbeda karena jumlah pemain Indonesia yang tampil tidak sebanyak biasanya. Meski demikian, fokus mereka tetap terjaga, terlebih keduanya tengah memburu tambahan poin peringkat dunia untuk memperbaiki posisi mereka di ranking global.
