Pelatih PSS Sleman, Ansyari Lubis, menegaskan timnya siap tempur di partai final Championship Liga 2 2025/2026 tanpa sedikit pun dibayangi tekanan. Menjelang laga puncak melawan Garudayaksa FC pada Sabtu (9/5) malam, kubu Super Elang Jawa memilih fokus penuh untuk menjaga keangkeran Stadion Maguwoharjo.

Laga final ini menjadi momentum penting bagi PSS Sleman untuk menegaskan dominasi mereka di hadapan publik sendiri. Rekor belum terkalahkan di kandang sepanjang musim ini menjadi modal utama yang membuat skuad asuhan Ansyari Lubis tampil penuh keyakinan.

“Kami tidak memikirkan tekanan apa pun. Sepak bola itu soal sportivitas, bukan soal hal-hal di luar pertandingan,” ujar Ansyari Lubis, menggarisbawahi mentalitas timnya.

PSS Sleman memang memiliki alasan kuat untuk percaya diri. Mereka melaju ke final sebagai juara Grup Timur dengan koleksi 36 poin. Tiket promosi ke Super League juga sudah diamankan setelah menaklukkan PSIS Semarang dengan skor telak 3-0 di babak sebelumnya.

Performa PSS di Stadion Maguwoharjo sepanjang musim ini nyaris tak tersentuh, menjadikannya benteng yang sulit ditembus lawan. Antusiasme suporter pun sangat tinggi, terbukti dengan ludesnya tiket pertandingan final hanya dalam waktu 30 menit setelah penjualan dibuka.

Super Elang Jawa bertekad mempertahankan rekor kandang mereka dan meraih gelar juara Liga 2 di hadapan ribuan pendukung setia yang akan memadati Maguwoharjo.