Pengadilan Agama Jakarta Selatan telah resmi mengabulkan permohonan perwalian anak-anak mendiang komedian Mpok Alpa. Dengan keputusan ini, Aji Darmaji, suami almarhumah, secara hukum ditetapkan sebagai wali sah bagi ketiga anak mereka yang masih di bawah umur.
Keputusan tersebut memberikan Aji kewenangan penuh untuk mewakili ketiga anaknya dalam segala urusan hukum, baik di dalam maupun di luar pengadilan. Sementara itu, anak tertua Mpok Alpa, Sherly, tidak termasuk dalam perwalian karena dianggap sudah cukup umur. Meski demikian, Sherly tetap tercatat sebagai salah satu ahli waris.
Pembagian Warisan Berdasarkan Hukum Adat
Mengenai pembagian aset peninggalan Mpok Alpa, Aji Darmaji menegaskan bahwa seluruh warisan akan dibagi rata kepada keempat anaknya. Ia memilih menerapkan hukum adat agar tidak ada perbedaan perlakuan antara anak laki-laki dan perempuan, berbeda dengan hukum Islam yang secara umum memberikan porsi lebih besar kepada anak laki-laki.
“Pembagiannya ke anak ya rata, karena mungkin yang kita pakai hukum adat ya, kalau hukum Islam itu kan laki-laki itu lebih besar,” ungkap Aji saat ditemui di kawasan Cinere, Depok, pada Sabtu (7/2/2026).
Aji menambahkan, “Saya pakai hukum adat, karena sama-sama lahir dari rahim ibunya, jadi nggak ada yang dibeda-bedain.”
Penataan Aset Keluarga dan Klarifikasi Kesalahpahaman
Aji juga menjelaskan soal penataan aset berupa dua rumah keluarga. Ia menegaskan bahwa pembagian aset ini bersifat fleksibel dan akan mempertimbangkan kebutuhan anak-anak di masa depan. Bahkan, Aji menyatakan tidak keberatan jika Sherly ingin menempati salah satu rumah peninggalan ibunya.
“Ya sama-sama sebenarnya. Nanti yang mana duluan yang ketemu jodohnya, ya kayak Kakak, tinggalin. Rumah juga kalau nggak ada orangnya kan bisa rusak,” tutur Aji.
Ia membantah adanya konflik serius dengan Sherly. Menurutnya, ketegangan yang sempat muncul hanya kesalahpahaman terkait dugaan penjualan aset. Padahal, Aji menegaskan, tidak ada aset yang dijual. Semua aset warisan Mpok Alpa masih aman dan dikelola untuk kepentingan anak-anak.
“Kemarin cuma misscom saja, salah paham. Kita ngurusin hal perwalian atau waris tuh disangkanya ada yang mau dijual. Padahal nggak ada satu pun yang kita lepas. Semua masih aman,” jelasnya.
Fokus untuk Masa Depan Anak-anak
Lebih lanjut, Aji menegaskan bahwa semua langkah yang ia lakukan saat ini semata-mata untuk masa depan anak-anaknya. “Kita bertahan, terus bertahan untuk anak. Semangat kerja ya untuk anak,” pungkas Aji.
Dengan kepastian perwalian dan penataan warisan yang jelas, keluarga Mpok Alpa kini diharapkan dapat menjalani proses berduka dan membesarkan anak-anaknya secara tenang dan teratur.
