Kawasan Pecinan Nagoya, Jodoh, Kota Batam, dipadati ribuan warga pada perayaan malam Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili, Senin (16/2/2026). Perayaan tahun ini tidak hanya menghadirkan kemeriahan budaya, tetapi juga menjadi momentum strategis bagi masa depan kota industri tersebut, dengan kehadiran sejumlah pejabat tinggi negara.
Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), serta Menteri Transmigrasi, Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara, turut hadir mempertegas posisi Batam sebagai prioritas nasional. Dalam sambutannya, AHY memuji harmoni sosial di Batam yang menurutnya menjadi modal utama dalam menarik investor global.
“Ini spesial sekali. Pertama kali saya turut merayakan Tahun Baru Imlek di Batam. Kekuatan Batam sebagai kawasan perdagangan bebas harus ditopang stabilitas sosial dan kolaborasi lintas sektor,” ujar AHY di hadapan masyarakat Batam.
Capaian Investasi dan Pertumbuhan Ekonomi Batam
Wali Kota Batam sekaligus Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, menyampaikan bahwa capaian ekonomi Batam terus menunjukkan tren positif di tahun 2026. Pertumbuhan ekonomi tercatat meningkat dari 6,6 persen menjadi 6,89 persen.
| Indikator | Data 2026 |
|---|---|
| Pertumbuhan Ekonomi | 6,89% |
| Realisasi Investasi | Rp69,3 Triliun |
| Persentase Target Nasional | 115,5% |
Amsakar menekankan bahwa angka realisasi investasi senilai Rp69,3 triliun tersebut menjadi indikator kuat bahwa Batam tetap menjadi magnet investasi di Asia Tenggara, meski di tengah tantangan ekonomi global.
Komitmen Perbaikan Infrastruktur Dasar
Namun, di balik gemilangnya angka investasi, Amsakar mengakui adanya tantangan dalam penyediaan layanan dasar, khususnya krisis air bersih. Ia menegaskan bahwa percepatan pembenahan infrastruktur air menjadi prioritas utama pemerintah daerah tahun ini agar kualitas hidup masyarakat sejalan dengan pertumbuhan ekonomi.
Didampingi Wakil Wali Kota Li Claudia Chandra, Amsakar menutup sambutannya dengan optimisme bahwa Tahun Kuda Api akan membawa semangat baru bagi pembangunan Batam yang lebih inklusif dan kompetitif. Perayaan Imlek di Nagoya malam itu pun ditutup dengan pesta kembang api yang megah, menyimbolkan harapan Batam sebagai kota toleran yang terus bergerak menuju pusat pertumbuhan ekonomi baru di Indonesia.
