Kue kering seperti nastar, kastengel, dan putri salju telah menjadi sajian wajib di setiap meja tamu saat perayaan Idul Fitri. Namun, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan dalam memilih dan membeli kudapan tersebut demi menjamin kualitas serta keamanan gizi bagi keluarga.

Waspadai Bahan Tambahan Pangan Ilegal

Mahmud Aditya Rifqi, seorang ahli gizi dari Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Airlangga (UNAIR), mengingatkan konsumen untuk memahami penggunaan Bahan Tambahan Pangan (BTP). Meskipun pengawet, pemanis, dan pewarna diizinkan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), konsumen tetap harus mewaspadai potensi penggunaan bahan ilegal oleh produsen nakal.

Deteksi Kualitas dari Penampilan Fisik

Kualitas kue dapat dideteksi secara fisik bahkan sebelum transaksi pembelian dilakukan. Mahmud menyarankan agar konsumen menghindari kue dengan warna yang tampak sangat mencolok atau tidak natural. Selain visual, indra perasa dan penciuman juga memegang peran krusial dalam menilai kelayakan kue.

“Jika saat dicicipi kue sudah mengeluarkan rasa atau aroma tengik, itu pertanda lemak dalam kue telah teroksidasi. Sebaiknya jangan dikonsumsi,” tegas Mahmud, menekankan pentingnya kepekaan indra konsumen.

Perhatikan Kemasan dan Izin Edar

Aspek pengemasan juga menjadi penentu utama kelayakan suatu produk. Konsumen wajib memeriksa tanggal kedaluwarsa (expired date) serta label best before yang tertera pada kemasan. Untuk produk yang dijual di area terbuka, kebersihan segel kemasan sangat krusial guna menghindari kontaminasi polusi.

“Pastikan kemasan tidak bocor, pecah, atau retak. Adanya izin edar memberikan jaminan bahwa produk masih segar dan layak konsumsi karena berada di bawah pengawasan,” tambah Mahmud. Standar ketat ini juga berlaku bagi industri rumahan atau UMKM, di mana wadah harus tersegel rapat sejak dari tangan produsen untuk mencegah kontaminasi.

Jaga Kesehatan dengan Prinsip 3J

Agar kondisi kesehatan tetap terjaga usai berpuasa, Mahmud menganjurkan penerapan prinsip 3J, yaitu Jenis, Jumlah, dan Jadwal. Sebagai makanan selingan, porsi kue kering idealnya hanya 10–20 persen dari total asupan kalori harian. Pembatasan ini penting untuk mencegah lonjakan gula darah yang tidak diinginkan.

Tips Penyimpanan Kue Kering

Untuk penyimpanan, kue kering dengan isian krim atau lapisan cokelat diketahui lebih cepat rusak dibandingkan jenis lainnya. Produk-produk ini sebaiknya disimpan di tempat sejuk atau lemari es. Langkah ini bertujuan menjaga kualitasnya tetap prima hingga hari raya usai dan dapat dinikmati dengan aman.