Penyanyi Agnez Mo menenangkan publik setelah kabar dirinya berada di Dubai, Uni Emirat Arab, di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah. Situasi ini menyusul serangan rudal yang dilancarkan Iran ke pangkalan militer Amerika Serikat yang berlokasi di Dubai pada Senin, 2 Maret 2026.
Kabar keberadaan Agnez Mo di kota tersebut sontak memicu kekhawatiran di kalangan penggemar dan rekan artis. Linimasa media sosial dipenuhi pertanyaan mengenai kondisi pelantun lagu “Coke Bottle” itu.
Melalui fitur Instagram Stories, Agnez Mo akhirnya memberikan klarifikasi untuk meredakan kekhawatiran. Ia mengaku menerima banyak pesan singkat dan direct message (DM) yang menanyakan keadaannya.
“Hi everyone I’ve received so many DMs and texts.. thank you for checking in. I’m safe,” tulis Agnez Mo dalam unggahannya, yang berarti “Hai semuanya, aku menerima begitu banyak DM dan pesan… terima kasih telah menanyakan kabarku. Aku aman.”
Agnez Mo, yang saat itu berada di lokasi yang menjadi sorotan konflik, juga mengimbau masyarakat untuk lebih bijak dalam menyikapi informasi yang beredar. Ia mengingatkan agar tidak mudah percaya pada berita yang belum terverifikasi kebenarannya, terutama di tengah situasi yang rawan disinformasi.
“I know things may look intense online, but please don’t believe everything you see in the media,” imbuhnya, yang berarti “Aku tahu keadaan mungkin terlihat tegang di internet, tetapi tolong jangan percaya semua yang kalian lihat di media.”
Pernyataan Agnez Mo ini sekaligus menjawab rasa penasaran dan kekhawatiran para penggemarnya di Indonesia. Hingga berita ini diturunkan, belum ada informasi lebih lanjut mengenai aktivitas Agnez Mo di Dubai pascainsiden tersebut.
sumber gambar: Instagram Agnez Mo 