Bupati Morowali, Iksan Baharudin Abdul Rauf, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah pangkalan elpiji 3 kilogram di Kecamatan Bungku Tengah, Morowali, Sulawesi Tengah, pada Sabtu, 21 Februari 2026. Langkah ini diambil menyusul adanya aduan masyarakat terkait mahalnya harga gas bersubsidi tersebut di tingkat pangkalan.
Dalam sidak tersebut, Bupati Iksan secara langsung mengecek ketersediaan stok, mekanisme distribusi, serta harga jual kepada masyarakat. Ia menegaskan pentingnya pengawasan untuk memastikan komoditas vital ini terdistribusi dengan baik dan harganya tidak memberatkan.
Pastikan Stok dan Harga Sesuai Ketentuan
“Menindaklanjuti laporan masyarakat, kami melaksanakan sidak di sejumlah pangkalan untuk memastikan stok tetap aman, harga tidak melebihi HET, dan berat setiap tabung sesuai standar,” kata Bupati Iksan dalam keterangannya di Palu, Sulawesi Tengah.
Iksan menambahkan bahwa gas elpiji 3 kilogram merupakan kebutuhan pokok bagi masyarakat kecil. Oleh karena itu, distribusinya harus tepat sasaran dan harganya tidak boleh melampaui ketentuan yang telah ditetapkan pemerintah daerah.
Penetapan Harga Eceran Tertinggi (HET) elpiji 3 kilogram di Kabupaten Morowali mengacu pada Surat Keputusan Bupati Morowali Nomor 100.3.3.2/Kep0372/Ekon-SDA/2025. HET ini bervariasi berdasarkan zonasi kecamatan:
- Kecamatan Witaponda dan Bumi Raya: Rp26.000 per tabung 3 kg
- Kecamatan Bungku Barat: Rp28.000
- Kecamatan Bungku Tengah dan Bungku Timur: Rp30.000
- Kecamatan Bahodopi dan Bungku Pesisir: Rp32.000
- Kecamatan Bungku Selatan dan Menui Kepulauan: Rp38.000
- Kecamatan Sombori Kepulauan: Rp39.000
Bupati menginstruksikan dinas bagian ekonomi daerah untuk melakukan pengawasan rutin serta berkoordinasi dengan agen dan pangkalan. Hal ini bertujuan untuk mencegah terjadinya lonjakan harga yang tidak wajar di lapangan.
Menurut Iksan, perbedaan harga antarwilayah perlu ditelusuri lebih lanjut, terutama terkait faktor distribusi dan biaya transportasi. Ini menjadi perhatian khusus untuk wilayah kepulauan dan daerah dengan akses terbatas, di mana biaya logistik cenderung lebih tinggi.
