Aktris Nirina Zubir mengungkapkan pengalamannya saat terlibat dalam produksi film terbaru berjudul Jangan Buang Ibu. Dalam film tersebut, ia memerankan tokoh Ristiana, seorang ibu lanjut usia yang berusia sekitar 70 tahun.

Nirina mengaku sempat dilanda keraguan untuk menerima peran tersebut. Alasannya, ia harus menghayati karakter yang usianya jauh melampaui pengalamannya pribadi.

Keraguan Awal dan Proses Pendalaman Karakter

“Enggak mudah juga untuk menerima karakter ini. Perlu diyakini berkali-kali. Karena memerankan karakter ini tuh ada memori-memori yang bisa kita korek. Tapi kalau memerankan karakter yang belum kita alami, itu kayak ‘Hah, bagaimana ya?’,” ujar Nirina Zubir di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, baru-baru ini.

Istri dari Ernest Cokelat ini awalnya melihat tawaran film Jangan Buang Ibu sebagai sebuah “surat cinta” yang ditujukan untuk kedua anaknya yang kini berusia 16 tahun dan menjelang 14 tahun.

“Waktu Nirina menerima pertama kali tawaran film ini, sebenarnya ini tadinya niatnya adalah surat cintaku buat anak-anakku. Karena punya anak umur 16 tahun dan menjelang 14 tahun. Jadi nanti kalau kamu sudah gede, kamu lihat karya-karya ibu kamu, salah satunya ini kamu tonton buat kamu ingat aku,” kenangnya.

Peran yang Berbalik Menjadi Pengingat Ibu Kandung

Namun, seiring berjalannya proses syuting, Nirina justru merasakan adanya perubahan makna dari perannya tersebut. Film Jangan Buang Ibu justru menjadi pengingat kuat akan sosok ibunya sendiri.

“Ternyata pas lagi menjalankan karakter ini kebalik. Jadi ceritanya malah aku diingatkan betapa dulu punya ibu dan apa yang sudah ibuku lakukan untuk menjadi seorang Nirina Zubir sekarang. Jadi ternyata ini surat cinta buat aku sendiri kepada ibuku,” tambahnya.

Pengalaman ini memberikan dimensi emosional yang lebih dalam bagi Nirina dalam memerankan Ristiana, sekaligus menjadi refleksi pribadi tentang kasih sayang seorang ibu.