Asosiasi DPRD Kabupaten Seluruh Indonesia (Adkasi) menyampaikan apresiasi mendalam kepada Perum LKBN ANTARA. Pemberitaan ANTARA mengenai banjir besar di Sumatera dinilai krusial dalam membuka mata masyarakat terhadap skala dan dampak sebenarnya dari bencana tersebut.

Peran Media dalam Mengubah Persepsi Publik

Wakil Ketua Umum Adkasi, Anton Yondra, mengungkapkan rasa terima kasihnya dalam sebuah podcast bersama ANTARA TV di Jakarta pada Senin (9/3/2026).

“Saya melihat dan saya terima kasih salah satunya kepada ANTARA ini. Karena ANTARA, setelah media sosial, yang membuka mata masyarakat bahwa ternyata banjir Sumatera itu banjir yang luar biasa,” ucap Anton Yondra.

Yondra menjelaskan bahwa pada awal kejadian, masyarakat cenderung meremehkan dampak banjir di Sumatera, bahkan tidak mempercayai adanya korban jiwa. Namun, pemberitaan akurat dari ANTARA berhasil mengubah persepsi tersebut.

“Awalnya, masyarakat berpikir banjir Sumatera itu banjir kecil, yang tidak ada korbannya. Kemudian ketika baru diekspos, termasuk salah satunya ANTARA, saya monitor terus media sosial, baru orang tahu ternyata banjir Sumatera ini luar biasa,” katanya.

Respons Pemerintah Pusat dan Kebutuhan Daerah

Terkait penanganan banjir di Sumatera, pemerintah pusat telah mengambil langkah. Presiden Prabowo Subianto mengembalikan dana transfer keuangan daerah (TKD), dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mengalokasikan anggaran pemulihan sebesar empat miliar rupiah untuk setiap kabupaten dan kota terdampak.

Meskipun demikian, Anton Yondra menegaskan bahwa pemerintah daerah masih sangat membutuhkan uluran tangan pemerintah pusat untuk pemulihan fasilitas publik yang rusak.

“Namun, tentunya kita berharap masih sangat butuhkan perhatian dari pemerintah pusat, karena penanganan terhadap pasca bencana ini khususnya recovery terhadap fasilitas-fasilitas umum yang rusak itu, tidak bisa ditampung melalui anggaran yang sudah ditransfer tersebut,” ujarnya. “Masih membutuhkan anggaran yang sangat besar untuk perbaikan fasilitas yang rusak, dan masyarakat kami yang mungkin hari ini banyak kehilangan keluarganya,” lanjutnya.

Akses Informasi dan Harapan Adkasi

Pada kesempatan yang sama, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan, Ruben R. Prabu Faza, turut menekankan pentingnya peran media dalam membuka akses informasi mengenai kondisi daerah saat terjadi bencana alam, termasuk di Jawa Tengah yang juga mengalami banjir dan tanah longsor.

“Dengan media ini akhirnya kan bisa membuka, akhirnya masyarakat terbuka ya. Harapan kami memang dari masyarakat tentu infrastruktur pertama itu. Karena kerusakan yang berdampak dari banjir, longsor itu, jembatan, terutama yang akses-akses vital itu, itu sampai sekarang juga belum diperbaiki,” ucapnya.

Ruben berharap kehadiran Adkasi dapat menjadi jembatan bagi pemerintah pusat untuk mendengar dan mengatasi berbagai permasalahan di daerah yang belum menemukan solusi.

“Makanya dengan Adkasi ini mudah-mudahan bisa didengar lah suara kita yang di bawah dengan kekompakan Adkasi ini untuk membangun negeri bersama-sama,” tuturnya.