Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, menegaskan perubahan filosofi dalam upaya meningkatkan produktivitas gol skuad Garuda. Di bawah arahannya, timnas tidak akan lagi terpaku pada peran penyerang murni untuk menjebol gawang lawan, melainkan mendorong setiap pemain untuk memiliki naluri mencetak gol.
Herdman, pelatih kelahiran 19 Juli 1975, menjelaskan bahwa pendekatan ini bertujuan membangun mentalitas kolektif di mana setiap individu memiliki peluang dan tanggung jawab yang sama dalam menciptakan gol di setiap pertandingan.
“Negara ini terus bicara soal nomor sembilan, soal striker murni. Indonesia butuh mentalitas bahwa semua pemain bisa mencetak gol. Kami harus membangun mentalitas pencetak gol,” ujar pelatih asal Inggris itu saat memimpin latihan di Stadion Madya, Senayan, menjelang FIFA Series 2026.
Mantan manajer tim nasional Kanada tersebut menilai, sepak bola modern saat ini menuntut kontribusi gol dari seluruh pemain, bukan hanya bergantung pada penyerang utama. Oleh karena itu, Herdman menekankan pentingnya peningkatan efektivitas tim dalam penyelesaian akhir.
Herdman juga mengaku banyak mengambil pelajaran dari gelaran FIFA Series 2026. Ia menyoroti kesulitan Timnas Indonesia dalam mencetak gol ke gawang Bulgaria, meskipun sebelumnya berhasil pesta gol saat menghadapi Saint Kitts dan Nevis.
“Dua pertiga lapangan sudah bagus, tetapi sepertiga akhir masih banyak kekurangan. Kami akan memperbaikinya di kamp ini,” jelas John, merujuk pada area krusial di dekat gawang lawan yang perlu diasah lebih lanjut.
Upaya perbaikan ini menjadi fokus utama dalam pemusatan latihan Timnas Indonesia saat ini, demi mewujudkan permainan yang lebih luwes dan produktif di bawah arahan John Herdman.
