Aktivitas digital yang masif selama Ramadan 2025 ternyata berbanding lurus dengan peningkatan kasus penipuan daring. Data menunjukkan, aplikasi pesan WhatsApp menjadi pintu masuk utama bagi para pelaku kejahatan siber, dengan lonjakan kasus mencapai 34,7% dibandingkan bulan-bulan biasa.

Executive Vice President (EVP) Head of Circle Java Indosat Ooredoo Hutchison (IOH), Fahd Yudanegoro, pada Sabtu (21/2) mengingatkan bahwa peningkatan aktivitas digital, mulai dari obrolan, panggilan telepon, notifikasi, hingga transaksi belanja kebutuhan Lebaran dan sedekah, turut meningkatkan risiko penipuan.

Dominasi WhatsApp dalam Modus Penipuan

Menurut data tahun 2025, peningkatan kasus penipuan digital selama Ramadan mencapai 34,7%. Dari angka tersebut, 89% penipuan terjadi melalui WhatsApp, sementara 64% lainnya melalui panggilan telepon.

Indonesia Anti-Scam Centre (IASC) juga mencatat bahwa laporan penipuan daring terkonsentrasi di Pulau Jawa. Di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) saja, hingga November 2025, tercatat 7.034 laporan penipuan dengan total kerugian mencapai Rp143,88 miliar.

Modus Penipuan Paling Umum dan Paling Jarang

Riset nasional tentang penipuan digital di Indonesia, yang disajikan oleh Indonesiabaik.id, mengidentifikasi lima jenis modus penipuan yang paling banyak terjadi:

  • Penipuan berkedok hadiah (91,2%)
  • Pinjaman digital ilegal (74,8%)
  • Pengiriman tautan berisi malware atau virus (65,2%)
  • Penipuan berkedok krisis keluarga (59,8%)
  • Investasi ilegal (56%)

Sementara itu, lima jenis penipuan yang paling sedikit diterima responden meliputi:

  • Penerimaan sekolah/beasiswa palsu (19,9%)
  • Penerimaan pada proses rekrutmen kerja (20,6%)
  • Pembajakan/peretasan akun dompet digital (25,6%)
  • Penipuan berkedok asmara/romansa (27,7%)
  • Pencurian identitas pribadi (29,2%)

Indosat Luncurkan SATSPAM+ untuk Perlindungan WhatsApp Call

Menyikapi data tersebut, Indosat Ooredoo Hutchison meluncurkan kampanye “IM3 SATSPAM+ Amankan Pejuang Ramadan”. Kampanye ini sekaligus memperkenalkan inovasi terbaru berupa perlindungan WhatsApp Call pertama di Indonesia melalui fitur SATSPAM+ (Satuan Anti Scam dan Spam Plus).

Fahd menjelaskan, “SATSPAM+ bekerja secara real-time untuk melindungi pelanggan dari ancaman penipuan melalui SMS, panggilan reguler, dan kini WhatsApp Call. Tidak hanya menghadirkan deteksi otomatis, fitur ini juga dilengkapi dengan opsi pemblokiran nomor mencurigakan, serta laporan harian yang dapat dipersonalisasi.”

Sistem perlindungan ini didukung oleh teknologi jaringan internet AIvolusi5G, yang menggabungkan kecanggihan AI dan kekuatan 5G untuk koneksi yang lebih cepat dan aman. Layanan jaringan 5G dari IOH di DIY sendiri telah menjangkau 24 kapanewon, meliputi 14 kapanewon di Kota Yogyakarta, 3 kapanewon di Bantul, dan 7 kapanewon di Sleman.