Dua orang meninggal dunia setelah tertimpa pohon tumbang di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), pada Sabtu siang, 24 Januari 2026. Peristiwa tragis ini terjadi di tengah terjangan angin kencang yang melanda wilayah Yogyakarta sejak Jumat malam, 23 Januari 2026, hingga Sabtu siang.
Korban meninggal dunia teridentifikasi sebagai S (60 tahun) dan cucunya, AA (6 tahun). Keduanya merupakan warga Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, yang saat kejadian sedang berboncengan sepeda motor di Jalan Baru Notonegoro, Karangmalang, Caturtunggal, Depok, Sleman.
Penyebab Angin Kencang dan Dampak Luas
Angin kencang yang menerjang DIY dipicu oleh aktivitas angin di lapisan udara atas, tepatnya pada ketinggian 925 mb (sekitar 762 meter) di sekitar wilayah Jawa. Kecepatan angin tercatat berkisar antara 10 hingga 45 Knots (18 – 83 km/jam). Fenomena ini diakibatkan oleh pengaruh tidak langsung dari Siklon Tropis “Luana” yang berpusat di sekitar Pantai Barat Laut Australia.
Pohon randu berdiameter hampir dua meter yang menimpa korban diketahui milik Universitas Gadjah Mada (UGM) dan berada di dalam pagar kampus. Namun, pohon tersebut tumbang ke arah jalan, menyebabkan akses di Jalan Baru Notonegoro tertutup total.
Kasi Humas Polresta Sleman, AKP Salamun, membenarkan kejadian nahas tersebut. “Korban yang meninggal dunia dalam peristiwa tersebut berinisial S, 60 tahun dan cucunya AA yang berusia 6 tahun. Keduanya adalah warga Kota Balikpapan, Kalimantan Timur,” ujar AKP Salamun.
Setelah menerima laporan, Polresta Sleman segera menerjunkan tim gabungan bersama Basarnas Sleman, Damkar UGM, TNI, serta masyarakat setempat untuk melakukan evakuasi dan pembersihan lokasi kejadian.
Kerusakan Infrastruktur dan Fasilitas Publik
Dampak angin kencang di Kabupaten Sleman tercatat sangat signifikan, meliputi:
- 62 pohon tumbang
- 14 akses jalan terganggu
- Jaringan listrik putus di 13 titik
- 35 rumah rusak
- 6 kendaraan rusak
- 1 jaringan internet terputus
Sementara itu, di Kota Yogyakarta, 16 titik terdampak di 8 Kemantren, yaitu Mergangsan, Kotagede, Gondomanan, Gedongtengen, Jetis, Umbulharjo, Kraton, dan Gondokusuman. Dampak yang dilaporkan mencakup 14 pohon tumbang, 1 tempat usaha, dan 1 tower.
Di Kabupaten Bantul, tercatat 8 titik kejadian di 3 Kapanewon: Banguntapan, Sewon, dan Pleret, dengan dampak 7 pohon tumbang, 1 rumah rusak, serta 1 akses jalan nasional yang terganggu.
Kabupaten Kulon Progo juga melaporkan 1 titik kejadian di Kapanewon Kalibawang, yang menyebabkan 1 rumah rusak dan 1 pohon tumbang. Berbeda dengan wilayah lain, Kabupaten Gunungkidul dilaporkan nihil kejadian terkait angin kencang ini.
