Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika () mengumumkan bahwa gempabumi tektonik dengan Magnitudo 5,7 telah mengguncang wilayah pada Kamis dini hari, 20 Februari 2026. Meskipun memiliki magnitudo yang cukup signifikan, BMKG memastikan bahwa gempa ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami.

Gempabumi tersebut tercatat terjadi pada pukul 00:09 WIB. Pusat gempa berada di koordinat 0.90 Lintang Utara dan 122.90 Bujur Timur, dengan kedalaman hiposenter yang relatif dangkal, yakni 10 kilometer di bawah permukaan laut. Lokasi ini menempatkan episenter gempa di Laut Sulawesi, jauh dari daratan utama.

Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono, menjelaskan bahwa gempa ini merupakan jenis gempa dangkal yang diakibatkan oleh aktivitas sesar aktif di Laut Sulawesi.