Tim Opsnal Polres Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), berhasil membekuk empat orang terduga pelaku tindak pidana perusakan bangunan program Makan Bergizi Gratis (MBG) milik Madrasah Unwanul Falah. Penangkapan ini dilakukan setelah insiden perusakan dapur di Desa Paok Lombok, Kecamatan Suralaga, yang menyebabkan kerugian puluhan juta rupiah.
Keempat terduga pelaku yang kini diamankan di Polres Lombok Timur diidentifikasi sebagai AS (25), HM (34), SM (22), dan AM (20). Mereka ditangkap di rumah masing-masing tanpa perlawanan setelah penyelidikan intensif.
“Mereka ditangkap setelah melakukan perusakan bangunan MBG di Madrasah Unwanul Falah,” ujar Kasi Humas Polres Lombok Timur, Ipda Bram, di Lombok Timur, Kamis (19/2/2026). Ipda Bram menjelaskan, modus operandi para pelaku adalah merobohkan gerbang dan membuangnya ke sungai, serta merusak atap dan pintu bangunan dapur tersebut.
Akibat perbuatan para pelaku, korban atas nama Muh Tohir melaporkan kerugian material sebesar Rp30 juta kepada SPKT Polres Lombok Timur. Insiden perusakan ini sendiri terjadi pada Selasa (17/2/2026) malam, ketika sekelompok warga menggunakan linggis dan benda keras lainnya untuk merusak dapur MBG sambil melontarkan kata-kata tidak pantas.
Aksi perusakan ini disebut sebagai buntut dari ketidaksetujuan warga terhadap pembangunan dapur MBG di lingkungan pondok pesantren yang berdiri di atas tanah wakaf. Persoalan ini sebelumnya telah beberapa kali dimediasi dan dipertemukan antara pihak pondok pesantren dengan masyarakat, namun tidak mencapai titik temu.
Muh Tohir, selaku korban dan pengurus pondok pesantren, menegaskan alasannya melaporkan kasus ini ke polisi. “Saya melaporkan ini karena sudah merusak dan tidak dibenarkan, sehingga pihak kepolisian untuk segera menindaklanjuti,” katanya, menekankan bahwa tindakan tersebut telah mengganggu stabilitas lingkungan.
“Saat ini, para pelaku dan barang bukti telah diamankan di Polres untuk proses hukum lebih lanjut,” tambah Ipda Bram, memastikan bahwa proses hukum akan berjalan sesuai ketentuan.
