Wakil Bupati Dompu, Hj. Indah Dhamayanti Putri, meninjau langsung pelaksanaan Program Desa Berdaya Saing di Desa Saneo, Kecamatan Woja, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, Minggu (1/3/2026). Kunjungan ini merupakan bagian dari rangkaian Safari Ramadan yang dilakukan pemerintah daerah.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati yang akrab disapa Ummi Dinda ini didampingi sejumlah pejabat penting. Turut hadir Bupati Dompu Bambang Firdaus, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Pemerintahan Desa, Kependudukan dan Pencatatan Sipil (DPMPD Dukcapil) Provinsi NTB Lalu Hamdi, Kepala Bappeda NTB Bq Nelly Yuniarty, Kepala DPMPD Kabupaten Dompu Arif Hidayatullah, serta Camat Woja Edyson.
Fokus pada Peningkatan Kualitas Hidup Warga
Saat peninjauan, Hj. Indah Dhamayanti Putri melihat langsung kondisi sejumlah rumah tidak layak huni milik warga. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi NTB untuk menghadirkan pembangunan yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat desa.
“Program Desa Berdaya bukan sekadar bantuan, tetapi upaya mendorong kemandirian, memperkuat ekonomi warga, dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara berkelanjutan,” tegas Hj. Indah Dhamayanti Putri.
Intervensi Dua Skema untuk Kemiskinan Ekstrem
Kepala DPMPD Dukcapil NTB Lalu Hamdi menjelaskan, Program Desa Berdaya di Desa Saneo secara khusus menyasar keluarga miskin ekstrem. Di desa ini, sebanyak 31 kepala keluarga (KK) menjadi sasaran intervensi. Selain itu, di Desa Soritatanga, Kecamatan Pekat, tercatat 91 KK juga mendapatkan pendampingan serupa.
“Di Dompu ini ada dua desa yang kita sasar, yakni Desa Saneo dan Desa Soritatanga. Kita intervensi agar keluarga miskin ekstrem dapat keluar dari garis kemiskinan,” kata Lalu Hamdi.
Program ini direncanakan berlangsung selama dua tahun dengan dua skema intervensi utama, yaitu skema tematik dan transformatif. Skema tematik berupa intervensi keuangan kepada pemerintah daerah, sementara skema transformatif dilakukan secara langsung kepada kepala keluarga melalui perlindungan sosial dan pemberdayaan khusus.
Bentuk intervensi transformatif mencakup bantuan sosial, jaminan kesehatan, jaminan kesejahteraan, bantuan rumah layak huni, hingga peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Tujuannya agar penerima manfaat memiliki pekerjaan dan penghasilan yang lebih mapan.
“Kita dampingi selama dua tahun hingga mereka benar-benar keluar dari garis kemiskinan. Dengan program ini kita ikhtiarkan keluarga miskin bisa hidup lebih sejahtera,” tambah Lalu Hamdi.
Kegiatan Lain dan Dukungan Ekonomi Desa
Rangkaian kegiatan di Desa Saneo juga diisi dengan penyerahan bantuan sembako dan santunan kepada warga lanjut usia serta penyandang disabilitas oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) NTB. Selain itu, Wakil Bupati Dompu memberikan dukungan renovasi mushalla setempat guna menunjang kenyamanan ibadah selama Ramadan.
Kegiatan diakhiri dengan penanaman pohon di lapangan desa sebagai bentuk kepedulian terhadap kelestarian lingkungan. Usai dari Desa Saneo, rombongan melanjutkan kunjungan ke Desa Kandai Dua untuk meninjau pembangunan Koperasi Desa Merah Putih yang tengah dalam tahap penyelesaian. Koperasi tersebut diharapkan menjadi penggerak ekonomi desa serta memperkuat kemandirian masyarakat.
sumber gambar: antara.com
