Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Diarpus) Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, memastikan layanan perpustakaan tetap beroperasi hingga sore hari selama bulan suci Ramadan 1447 Hijriah. Kebijakan ini diambil menyusul tingginya antusiasme masyarakat, khususnya dalam mencari literatur keagamaan.

Kepala Diarpus Kota Mataram, HM Carnoto, menjelaskan bahwa meskipun jam kerja aparatur sipil negara (ASN) mengalami penyesuaian, layanan perpustakaan tetap buka hingga pukul 16.30 Wita. “Layanan di perpustakaan selama Ramadhan tetap sampai pukul 16.30 Wita. Hanya saja, jam buka mundur 30 menit dari biasanya 07.30 Wita menjadi 08.00 Wita,” ujar Carnoto di Mataram, Sabtu.

Carnoto menambahkan, peningkatan minat baca masyarakat saat Ramadan menjadi alasan utama dipertahankannya jam operasional tersebut. Tingkat kunjungan ke perpustakaan tercatat mengalami kenaikan sekitar 10-15 persen. “Pengunjung biasanya membaca buku sekaligus ngabuburit,” katanya, menggambarkan suasana jelang waktu berbuka puasa.

Antusiasme Pengunjung dan Pengelolaan Kunjungan

Antusiasme masyarakat untuk mengunjungi perpustakaan terus menunjukkan tren positif. Diarpus Kota Mataram mencatat angka kunjungan harian pernah mencapai 613 orang dalam sehari. Mayoritas pengunjung adalah pelajar dari berbagai tingkatan, mulai dari SD hingga mahasiswa, tidak hanya dari Kota Mataram tetapi juga dari wilayah sekitar seperti Lombok Barat dan Lombok Tengah.

Untuk mengantisipasi lonjakan pengunjung, terutama rombongan sekolah, pihak perpustakaan menerapkan sistem penjadwalan dan pembatasan durasi kunjungan. “Sekolah yang akan membawa siswanya berkunjung, harus mengirim surat terlebih dahulu agar kami bisa atur jadwal,” jelas Carnoto.

Apabila terjadi lonjakan kunjungan, misalnya rombongan mencapai 100-150 siswa, pengaturan dilakukan dengan sistem shift per jam. Selain itu, durasi penggunaan ruang anak dibatasi sekitar 120 menit guna memberikan kesempatan bagi pengunjung lain.

Fasilitas Memadai dan Koleksi Lengkap

Tingginya kunjungan di Perpustakaan Kota Mataram tidak terlepas dari fasilitas serta sarana dan prasarana ruang baca yang memadai, ditambah koleksi buku yang beragam dan lengkap. Untuk terus mengoptimalkan layanan, perpustakaan juga membuka kotak saran.

“Untuk mengoptimalkan layanan, kami membuka kotak saran yang dapat memberikan masukan judul buku yang belum ada. Jadi saat pengadaan buku baru, saran dari pengunjung menjadi acuan kami,” ungkap Carnoto.

Saat ini, perpustakaan memiliki 31.000 judul buku. Tahun ini, Diarpus Mataram berencana menambah sekitar 500 judul buku baru yang dipilih berdasarkan minat masyarakat, pelajar, dan mahasiswa, termasuk pengembangan koleksi e-book, yang juga didasarkan pada masukan dari kotak saran.

“Untuk koleksi buku, kami rutin melakukan penyortiran terhadap buku-buku lama apakah masih layak atau tidak. Kalau masih layak tetap ditampilkan, jika tidak, kami minta untuk di-upgrade atau ditata kembali karena ini merupakan aset daerah,” tambahnya.

Pertimbangan Buka di Hari Libur

Menanggapi aspirasi masyarakat yang menginginkan perpustakaan tetap buka di hari libur, Carnoto menyatakan pihaknya sedang mempertimbangkan untuk membuka layanan pada hari Minggu hingga pukul 13.00 Wita. “Saat ini jadwal rutin tetap berlangsung dari Senin hingga Sabtu,” pungkasnya.