Kabar rencana pernikahan selebritas Sarwendah dengan kekasihnya, Giorgio Antonio, santer beredar di media sosial. Mantan istri Ruben Onsu tersebut menanggapi isu ini dengan santai, bahkan mengaminkan doa baik yang muncul dari publik.

Hubungan asmara Sarwendah dan Giorgio Antonio memang semakin menjadi sorotan publik. Keduanya tak lagi sungkan memperlihatkan kemesraan di depan kamera, bahkan setelah putri Sarwendah, Thalia Putri Onsu, memanggil Giorgio dengan sebutan “my dad”.

Kabar Pernikahan dan Tanggapan Sarwendah

Sarwendah mengungkapkan bahwa Giorgio Antonio telah berhasil membaur dengan baik bersama keluarga dan anak-anaknya. Thalia dan Thania Onsu disebut-sebut sangat nyaman berada di dekat Giorgio Antonio.

“Opa bukan cuma deket sama aku, tapi sama keluarga juga, sama anak-anak juga. Doain aja ya. Ini baru official. Slow but sure, sabar aja pelan-pelan. Nggak ada yang dikejar waktu kok,” ujar Sarwendah dalam sebuah siaran langsung di media sosialnya.

Kabar mengenai rencana pernikahan Sarwendah dan Giorgio Antonio semakin viral setelah muncul pernyataan dalam sebuah sesi siaran langsung. Beberapa karyawan Sarwendah menyebut keduanya sering menunjukkan tingkah salah tingkah (salting). Salah seorang karyawan kemudian melontarkan pernyataan yang memicu spekulasi.

“Udah nggak apa-apa orang sebentar lagi udah mau nikah,” ucap salah seorang di ruangan live Sarwendah, seperti dikutip dari Instagram @erliyawati_, pada Rabu, 18 Februari 2025.

Mendengar pernyataan tersebut, Giorgio Antonio terlihat terkejut. Namun, Sarwendah tampak lebih siap dengan responsnya.

“Asbun banget lu. Pokoknya apapun yang baik-baik kita amin-in aja ya Oppa?” tanya Sarwendah. Giorgio Antonio pun mendukung jawaban Sarwendah.

“Ya udah amin-in aja,” jawab Giorgio.

Alasan Belum Menikah

Meski demikian, ada pertimbangan yang membuat keduanya belum melangsungkan pernikahan dalam waktu dekat. Seorang wanita di ruangan live tersebut menambahkan konteks.

“Amin-in aja. Siapa tahu ntar ada jalannya ya guys, kalau sekarang mah sulit, guys,” ujarnya.

Hal ini kemudian dibenarkan oleh Giorgio Antonio, yang mengisyaratkan adanya batasan waktu atau tradisi yang perlu dihormati.

“Iya, kan harus respect itu belum 100 hari eh belum satu tahun,” jawab Giorgio.