Puluhan mahasiswa dari berbagai negara berkumpul di SMP YPPI 1 Surabaya pada Kamis (12/2/2026). Mereka datang bukan untuk studi banding biasa, melainkan untuk membedah konsep Sustainable Community yang digagas Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) melalui program CommTECH Camp 2026.

Sebanyak 43 peserta internasional dari 13 negara, termasuk Jepang, Rusia, Kanada, dan Filipina, menyaksikan langsung bagaimana isu global seperti Sustainable Development Goals (SDGs) diimplementasikan di tingkat sekolah menengah.

Manajer Program CommTECH dan Short Program ITS, Muh Wahyu Islami Pratama, menjelaskan bahwa agenda ini dirancang sebagai wadah pertukaran pikiran yang konkret. “Kami ingin mengenalkan bagaimana prinsip pembangunan berkelanjutan bisa hidup di tengah masyarakat sekolah,” ujar Wahyu, sapaan akrabnya.

Para delegasi tidak hanya menerima teori, tetapi juga terlibat aktif dalam tiga sesi lokakarya. Mereka belajar mengolah kuliner khas lokal, mencanting batik tulis, hingga mengukir motif nusantara menggunakan solder.

Di balik keindahan kain batik yang mereka ciptakan, tersimpan inovasi teknologi lingkungan yang diterapkan oleh para siswa. Kepala SMP YPPI 1 Surabaya, Titris Hariyanti Utami, memaparkan bahwa kurikulum sekolahnya memang menekankan kepekaan siswa terhadap sisa produksi.

“Kami tidak membuang limbah begitu saja. Sisa lilin dari proses membatik diolah kembali menjadi lilin aromaterapi. Bahkan air bekas pencucian kain kami netralisir pH-nya secara alami sebelum dialirkan ke saluran pembuangan,” kata Titris.

Pendekatan praktis ini mendapat apresiasi dari Malissa Hartzenberg, seorang mahasiswa teknik dari University of the Fraser Valley, Kanada. Malissa mengaku terkejut melihat bagaimana nilai-nilai tradisi dapat bersinergi dengan pengelolaan lingkungan yang cerdas.

“Sangat unik melihat elemen budaya berjalan selaras dengan inovasi teknologi. Cara penyampaian lewat lokakarya ini membuat konsep pembangunan berkelanjutan jadi jauh lebih mudah dipahami,” ungkap Malissa.

Langkah ITS melalui CommTECH Camp 2026 ini menegaskan komitmen kampus terhadap pendidikan berkualitas dan kemitraan global. Kegiatan ini secara langsung menyasar poin-poin utama SDGs, mulai dari pengelolaan kota yang berkelanjutan hingga pola konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab.